Menko Darmin Minta Tambahan 53 M untuk Online Single Submission

Menteri Koordinator Perekonomian mengajukan tambahan anggaran Rp53,3 miliar pada 2019 nanti untuk menjalankan Online Single Submission (OSS).

Jumat, 08 Jun 2018 06:47 WIB

Menko Perekonomian Darmin Nasution saat mengikuti rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/6). (Foto: ANTARA/ Puspa P)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian mengajukan tambahan anggaran Rp53,3 miliar pada 2019 nanti untuk menjalankan Online Single Submission (OSS). OSS adalah izin investasi satu pintu yang dilakukan secara online.

Menko Ekonomi Darmin Nasution mengatakan pengajuan itu untuk mendanai sumber daya manusia dan juga menyewa teknologi yang dibutuhkan. Kata dia, OSS penting karena akan mengurangi durasi perizinan hingga 90%.

"Itu sangat-sangat penting karena itu akan mempengaruhi kecepatan orang untuk memulai usaha di Indonesia," jelasnya usai mengikuti rapat Badan Anggaran DPR, Kamis (7/6/2018).

"Orang kalau mulai mendaftar investasi sampai memulai usaha itu bisa sampai 3 sampai 6 tahun. Dengan OSS kita bikin dalam waktu 3 bulan, dia (pengusaha) bisa," pungkasnya. 

Pemerintah telah dua kali menunda peluncuran sistem perizinan terpadu atau OSS ini. Sebelumnya, pemerintah menunjuk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk melaksanakan program tersebut. Namun, pemerintah melihat lembaga itu belum siap sehingga untuk sementara pelaksanaan program itu dikerjakan oleh Kemenko Ekonomi. 

Darmin menjelaskan, SDM operasional OSS akan diambil dari proyek Indonesia National Single Window. Keputusan itu, kata dia, sudah dimasukkan dalam draf peraturan pemerintah.

Dengan berjalannya OSS, seluruh urusan perizinan dan dokumen dilakukan secara online. Namun, masih ada dua izin yang harus dilakukan tatap muka. Yakni Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang