Ini Langkah Penjagaan Polisi Selama Lebaran 2018

Kepolisian menyiapkan pelbagai langkah guna menjaga keamanan jelang Idul Fitri dan saat Idul Fitri.

Sabtu, 02 Jun 2018 14:13 WIB

Kapolri Tito Karnavian. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kapolri Tito Karnavian mengatakan kepolisian sudah menyiapkan pelbagai langkah guna menjaga keamanan jelang Idul Fitri dan saat Idul Fitri. Selain mewaspadai ancaman teror, polisi juga akan melakukan operasi untuk memberantas kejahatan khususnya pada sarana transportasi publik.

"Kami akan tetap mewaspadai aksi terorisme. Lalu kejahatan konvensional, copet, jambret, hipnotis, tukang kasih minum, pembius. Sehingga semua pelabuhan, bandara, terminal, stasiun, kita siapkan posko dan gelar operasi cipta kondisi. Semua preman jalanan ini akan ditindak," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (30/5/2018).

Tito menambahkan kepolisian melalui Satgas Pangan juga berupaya memastikan stok pangan hingga Lebaran nanti aman. Hingga Maret tahun ini, menurutnya sudah ada 397 orang yang menjadi tersangka kasus penimbunan. Dia berharap hal ini memberi efek jera agar tidak ada mafia nakal yang mempermainkan harga pangan di pasar.

Tito memprediksi arus mudik akan dimulai sejak Jumat (8/6/2018). Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mudik sehingga bertumpuk antara tanggal 8-10 Juni. 

"Masih ada 11 dan 12 Juni, jadi relatif ada tujuh hari untuk mudik. Karena itu, pulangnya jangan bertumpuk-tumpuk sambil lihat situasi dan kondisi."

Sebelumnya pada rapat terbatas di Istana pertengahan pekan ini, Presiden Joko Widodo menagih laporan terkini terkait pengamanan bulan Ramadan. Selain mengecek kesiapan infrastruktur jalur mudik dan moda transportasi, Jokowi juga mengecek pengamanan jelang Idul Fitri.

"Saya yakin dengan sinergi kuat Polri, TNI, dan BIN akan mampu mencegah dan menangkal potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan dan saat Idul Fitri," ucap Jokowi.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.