H-1 Idulfitri, Jemaah Ahmadiyah desa Greneng Lombok Timur Masih di Pengungsian

"Walaupun mereka tinggal di kampung, di rumah sendiri dengan kesederhanaan, tetapi semua mereka bisa lakukan seperti membuat kue lebaran, silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan,"

Kamis, 14 Jun 2018 20:37 WIB

Rumah jemaah Ahmadiyah di Lombok Timur, NTB dirusak sekelompok orang.

KBR, Jakarta- Sebanyak 24 warga Jemaah Ahmadiyah dari desa Greneng, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, terpaksa tidak bisa berbagi kebahagiaan dengan keluarganya, menjelang hari raya lebaran. Nasib mereka masih tidak jelas karena Pemerintah Kabupaten serta kepolisian setempat masih belum bisa menjamin keamanan dan hak mereka untuk kembali ke rumah.

Para jemaah Ahmadiyah itu masih dalam tempat pengungsian di gedung Loka Latihan Kerja, sekitar tujuh kilometer dari kampung halamannya. Sejak Sabtu (20/5), polisi mengungsikan 24 jemaah Ahmadiyah itu karena mereka rumah mereka dirusak sekelompok orang.

Pengurus Ahmadiyah Nusa Tenggara Barat Saleh Ahmadi mengatakan, 24 jemaah Ahmadiyah di Lombok Timur terpaksa menahan keinginannya berbagi kegembiraan di hari raya Idul Fitri. Dalam pengungsian, mereka tidak bisa berbuat banyak, seperti sebelumnya.

"Sampai saat ini mereka menjalani persiapan untuk Idul Fitri selama puasa kemarin, masih dalam pengungsian dengan segala keterbatasan. Walaupun mereka tinggal di kampung, di rumah sendiri dengan kesederhanaan, tetapi semua mereka bisa lakukan seperti membuat kue lebaran, silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan," kata Saleh kepada KBR, Kamis (14/6).

Saleh mengungkapkan, sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten tidak bisa memastikan nasib 24 jemaah Ahmadiyah yang mengungsi karena intimidasi. Pemerintah setempat belum memberitahu waktu mereka bisa kembali ke rumahnya masing-masing.

Saleh juga berharap, kepolisian setempat bisa menangkap semua pelaku intimidasi terhadap para jemaah Ahmadiyah di sana. Menurutnya, polisi sebenarnya bisa dengan mudah menangkap para pelaku penyerangan.

Perwakilan pemerintah pusat sebenarnya sempat mendatangi kampung halaman 24 jemaah Ahmadiyah itu. Mereka dari Kementerian Agama, Kantor Staf Presiden, dan Kementerian Sosial. Saleh mengatakan, para utusan negara itu hanya menanyakan kronologi dalam rangka investigasi dan sampai saat ini, tidak ada tindak lanjut dari Pemerintah Pusat.

Pada Sabtu (20/5), sekelompok orang menyerang dan mengusir warga jemaah Ahmadiyah dari rumah mereka di Desa Greneng, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Tujuh keluarga yang terdiri dari 24 orang melarikan diri, termasuk beberapa di antaranya masuk ke dalam hutan.

24 orang warga, yang mayoritas perempuan dan anak-anak tersebut kemudian dievakuasi ke kantor Polres Lombok Timur, kemudian dipindahkan ke gedung Loka Latihan Kerja. Pada malam harinya, pukul 21.00 WITA, penyerangan dan perusakan kembali terjadi.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang