Gunakan Pilot TNI AU, Dirut Garuda Bantah Karena Ancaman Mogok

"Memang transisinya butuh waktu. Nanti kita bicarakan lagi."

Senin, 11 Jun 2018 14:27 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta- Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury membantah permintaan bantuan kepada pilot TNI Angkatan Udara karena ancaman aksi mogok para pilot perusahaan plat merah tersebut. Kata dia, Garuda Indonesia setiap tahunnya berupaya mengembangkan kapasitas produksi. Sehingga, kebutuhan pilot-pilot baru juga meningkat.

"Memang kita setiap tahun berusaha meningkatkan produksi di Garuda Indonesia. Tentunya dengan itu, rata-rata per tahun pertumbuhan produksi kita berkisar antara 11-12% per tahun," kata Pahala di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Senin (11/6).

Dalam menghadapi puncak arus mudik dan arus balik, kata dia, perusahaannya perlu mencetak pilot-pilot baru secara cepat. Tahun ini frekuensi penerbangan Garuda mencapai lebih dari 600 kali per hari dengan tingkat isian di angka 70-80% total kapasitas. Garuda menambah 150 ribu kursi untuk 768 frekuensi penerbangan.

Nantinya, pilot-pilot dari AU itu harus menjalani sejumlah uji kelayakan untuk mendapatkan lisensi menerbangkan pesawat komersil. Pahala mengatakan masih akan membicarakan rincian mekanismenya dengan TNI AU.

"Memang transisinya butuh waktu. Nanti kita bicarakan lagi."

Keterlibatan pilot TNI AU tersebut menurutnya juga masih bersifat opsional. Garuda tetap mengutamakan mengambil pilot-pilot dari internal Garuda.

Pahala Mansury mengklaim perselisihan manajemen perusahaan plat merah itu dengan para pilotnya mulai menemui titik temu. Menurut dia, komunikasi sudah beberapa kali dilakukan.
Pahala mengatakan beberapa tuntutan sudah diakomodir perusahaan.
"Beberapa sudah kita selesaikan dan sudah jadi solusi. Beberapa kendala misalnya terkait penjemputan, itu sudah kita selesaikan. Tentunya enggak bisa saya sebutkan satu per satu. Dengan kondisi ini enggak adalah yang enggak selesai," kata Pahala.

Pahala menegaskan tidak akan ada mogok kerja selama arus mudik dan balik Lebaran. Kendati begitu, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi dari segi penjadwalan dan pengamanan.

Komunikasi dengan asosiasi pilot yang difasilitasi satgas khusus pun terus dilakukan. Pahala menjanjikan manajemen perusahaan akan terbuka mendengar tuntutan karyawannya.

"Proses ini sudah mulai bekerja. Kita cukup optimistis."

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.