Basarnas Kembali Perpanjang Pencarian KM Sinar Bangun

Badan SAR Nasional (Basarnas) memperpanjang waktu pencarian korban penumpang dan bangkai kapal motor KM Sinar Bangun.

Kamis, 28 Jun 2018 11:33 WIB

Helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3604 bersiap mendarat di Pelabuhan Tigaras, Danau Toba, saat melaksanakan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (23/6). (Foto: ANTARA/ Irsan M)

KBR, Simalungun - Badan SAR Nasional (Basarnas) memperpanjang waktu pencarian korban penumpang dan bangkai kapal motor KM Sinar Bangun. Kapal kayu berbobot 17 gross tonnage itu tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatra Utara pada Senin (18/6/2018) petang.

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan pencarian tim kembali diperpanjang tiga hari hingga Sabtu (30/6/2018) mendatang. Langkah ini ditempuh sesuai perintah Kepala Basarnas Muhammad Syaugi.

"Ini proses perpanjangan yang kedua. Ini pencarian hari ke-11. Operasi perpanjangan dilakukan sore kemarin pukul 18.00 WIB dari Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi itu menyatakan perpanjangan yang kedua dari tanggal 28 hingga 30 Juni," kata Budiawan kepada KBR, Kamis (28/6/2018). 

Budiawan melanjutkan, hujan deras sempat melanda kawasan perairan Danau Toba pada pukul 06.00 WIB. Alhasil cuaca buruk itu membikin operasi pencarian tim pada hari ke-11 baru dimulai pukul 08.00 waktu setempat. Pelacakan tim gabungan juga masih menggunakan alat Remotely Operated Vehicle (ROV) dan pukat harimau.

"Sekarang cuaca sudah bagus. Sudah cerah, jadi kami bergerak pukul 08.00 menggunakan alat ROV, dan menggunakan pukat harimau. Ada dua kapal KMP Sumut I, dan KMP Sumut II untuk memakai pukat harimau di dua target yang kami temukan kemarin."

Baca juga:

Penggunaan pukat harimau dalam proses pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun diharapkan mampu menghasilkan titik cerah. Mengingat pelbagai cara sudah dipakai Tim SAR Gabungan untuk menemukan bangkai kapal kayu yang diduga ada di kedalaman 490 meter Danau Toba.

"Kami berusaha segala cara sudah dilakukan, di permukaan air juga menggunakan perahu karet untuk penyisiran. Kami harapkan saja mudah-mudahan maksimal alat ini ROV dan pukat harimau."

Pada proses pencarian hari ini, sekitar 300 personel dikerahkan karena penggunaan alat pukat harimau membutuhkan banyak orang. Tiga helikopter dari Basarnas, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Simalungun pun turut menyisir dan memantau lokasi pencarian dari udara. 

"Banyak didukung untuk menggunakan pukat harimau, kami juga dapat bantuan relawan dari Pemkab Samosir, 50 personel. Kekuatan kami harus ditambah karena alat pukat harus banyak yang menariknya," kata Budiawan.

Menurut data Basarnas, 21 orang dinyatakan selamat dari insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba. Sementara 3 penumpang ditemukan meninggal dan 164 orang lainnya dilaporkan masih hilang.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.