Strategi Cegah Macet Brexit: Dari Rekayasa Pintu Tol hingga Nomor Cantik Montir

Montir ini akan menggunakan motor sehingga jika ada pemudik yang mengalami kerusakan kendaraan di jalan tol, maka montir bisa langsung masuk tol.

Kamis, 08 Jun 2017 11:39 WIB

Ilustrasi. Kemacetan di tol Pejagan ke arah pintu keluar Brebes Timur, pada arus mudik 1 Juli 2016. (Foto: ANTARA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghindari kemacetan parah di pintu keluar tol Brebes (Brebes Exit/Brexit), seperti yang pernah terjadi pada arus mudik tahun lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto mengatakan rekayasa lalu lintas tahun ini akan difokuskan di dua titik, yakni pintu tol Cikarang Utara serta Cikopo. Rekayasa di dua titik itu dianggap penting untuk mencegah penumpukan di titik Brexit.

"Operasional lalu lintas sebagai pengendalinya akan berfokus di Cikopo, Cikampek. Kerannya di situ yang utama. Jadi bisa mengalihkan arus ke selatan, tengah, dan Pantura sendiri," kata Pudji, Kamis (8/6/2017).

Pudji optimistis tahun ini tidak akan ada lagi penumpukan di pintu keluar tol Brebes atau Brexit. Lagi pula, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menuntaskan pembangunan tol Trans Jawa hingga ke Weleri pada tahun ini.



Pudji mengatakan jalur tol itu akan difungsikan sampai Weleri. Meski begitu ia mengimbau para pemudik berhati-hati karena jalur itu masih minim pencahayaan. Rambu-rambu jalan yang terpasang juga masih rambu pasang bergerak (rambu portabel).

Selain itu, Pudji menambahkan, tahun ini pemerintah juga menyiapkan jasa montir di titik-titik posko. Montir ini akan menggunakan motor sehingga jika ada pemudik yang mengalami kerusakan kendaraan di jalan tol, maka montir bisa langsung masuk tol.

"Kami akan menyiapkan nomor-nomor cantik sehingga kalau ada kejadian bisa langsung telepon macet di kilometer sekian," kata Pudji.

Selain montir, layanan pengisian bahan bakar portabel serta kesehatan juga akan tetap siaga di setiap tempat peristirahatan (rest area).



Sebelumnya, pada Rabu (7/6/2017) kemarin, Kapolri Tito Karnavian mengecek kesiapan ruas tol Pemalang-Batang di kawasan Pemalang, Jawa Tengah. Saat itu, Kapolri meminta disediakan nomor cantik untuk memudahkan pemudik yang mengalami kondisi darurat.

"Sediakan nomor cantik, sosialisasikan, agar masyarakat dapat mudah meminta bantuan ketika terjadi masalah," kata Tito.

Tito meminta ada montir keliling untuk membantu para pemudik yang mengalami masalah pada kendaraan, sehingga tidak sampai mengganggu arus mudik.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Anas Urbaningrum Jadi Saksi Sidang e-KTP

  • Wasekjen Golkar: Ketua Umum Selanjutnya Sebaiknya Tidak Rangkap Jabatan
  • Ratusan Penumpang KA Jalur Selatan Diangkut Bus akibat Longsor Garut
  • Warga AS Eks Tahanan Korut Ditemukan Tewas Terbakar