Polisi Tes Kejiwaan Pria Pembawa Pisau yang Berkeliaran di Polda Jawa Tengah Dinihari

Ketika menggeledah tas milik Romadhon, polisi menemukan segenggam paku sepanjang sekitar 5 hingga 12 centimeter, dua buah pisau dapur, satu pisau gerinda, dua batu, paku bergagang kayu dan lain-lain

Selasa, 27 Jun 2017 14:55 WIB

Ilustrasi. (Foto: Creative Commons)

KBR, Semarang - Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangkap seorang pria yang gerak-geriknya mencurigakan di depan Markas Polda Jawa Tengah di Semarang.

Pria itu bernama Muhammad Romadhon (32 tahun) warga Sumber Rejo RT 01/RW 04, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Pademangan, Kabupaten Blitar. Ia ditangkap karena mondar-mandir di depan Mapolda Jawa Tengah pada Selasa (27/6/2017) dinihari pukul 00.30 WIB.

Juru bicara Polda Jawa Tengah, Djarod Padakova mengatakan pria mencurigakan itu mondar-mandir sambil membawa tas ransel.

"Saat kami interogasi, orang itu bilang jalan di sekitar Polda untuk cari makan," kata Djarod kepada KBR, Selasa (27/6/2017).

Ketika menggeledah tas milik Romadhon, polisi menemukan segenggam paku sepanjang sekitar 5 hingga 12 centimeter, dua buah pisau dapur, satu pisau gerinda, dua batu, paku bergagang kayu serta dua alat suntik bekas.

Selain itu, polisi juga menemukan dua KTP atas nama PU, warga Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur serta atas nama H warga Windurejo, Kutorejo, Mojokerto, Jawa Timur. Di tas itu juga ditemukan jaket hijau loreng, dompet, dan uang koin.

Saat ini polisi masih menahan M Romadhon di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah. Romadhon terancam dikenai pelanggaran Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 karena membawa senjata tajam.

Polisi juga melakukan tes kejiwaan terhadap Romadhon dengan melibatkan tim psikologi Polda Jawa Tengah.

Peristiwa ini terjadi dua hari setelah dua orang membawa senjata tajam menjerang anggota polisi yang sedang berjaga di Markas Polda Sumatera Utara pada Minggu (25/6/2017) dinihari.

Untuk mengantisipasi ancaman serangan dan teror, Polda Jawa Tengah meningkatkan pengamanan diantaranya membekali petugas piket dengan senjata api di Polsek, Polres, dan Polda.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR