Polisi Akan Tindak Tegas Pemudik Motor yang Abaikan Keselamatan Anak

Untuk mengurangi jumlah pemudik bersepeda motor, pemerintah menggiatkan program mudik gratis baik menggunakan kereta api, bus hingga kapal laut.

Selasa, 13 Jun 2017 14:20 WIB

Warga mendatangi Posko Mudik Gratis di kantor Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (7/6/2017). (Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal)

KBR, Solo - Kepolisian Resort Kota Solo Jawa Tengah bakal menindak tegas dan menilang pemudik kendaraan pribadi, termasuk sepeda motor yang nekat melanggar aturan lalu lintas.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Solo, Imam Safii mengatakan pelanggaran lalu lintas itu termasuk pemudik sepeda motor, yang membawa anak secara berbahaya dan tidak terlindungi keselamatannya.

"Sayangi anak-anak. Jangan sampai anak dipaksa ikut berjejal mudik dengan sepeda motor. Kasihan. Rawan terjatuh dan mengantuk. Upayakan mudik dengan angkutan umum lainnya, seperti bus, kereta api dan sebagainya. Pemudik motor juga jangan mengangkut barang di motor menggunakan tambahan kayu di sisi kiri dan kanan. Itu akan membuat sepeda motor tidak stabil dan mudah terjadi kecelakaan. Kami akan lihat, kalau ada yang berpotensi kecelakaan, kami akan tindak dan prioritaskan itu," kata Imam Syafii.

Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik tahun 2017 ini meningkat sekitar lima persen, dengan total pemudik mencapi 19 juta orang. Kenaikan jumlah pemudik bermotor per tahun sekitar delapan persen sedangkan mobil pribadi lima persen.

Untuk mengurangi jumlah pemudik bersepeda motor, pemerintah menggiatkan program mudik gratis baik menggunakan kereta api, bus hingga kapal laut.



Keterangan foto: Warga mendaftar mudik gratis di Bekasi, Jawa Barat, Senin (29/5/2017). Mudik gratis diselenggarakan Kementerian Perhubungan. (Foto: ANTARA/Risky Andrianto)
 
Sebanyak 25 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut andil menyelenggarakan mudik gratis bagi pengguna motor, dengan cara mengalihkan pemudik motor menggunakan angkutan bus dan kereta api.

Pemudik di kawasan Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi diundang ikut program "Mudik Bareng BUMN 2017" supaya mereka tidak menggunakan sepeda motor yang rawan keamanan, kenyamanan dan keselamatan.

"Dengan cara seperti ini kami juga bisa memberikan pengarahan dan pengetahuan kepada masyarakat bahwa ada cara lain untuk melakukan mudik," kata Staff Khusus Menteri BUMN Devi Suradji di Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2017).

Devi mengimbau seluruh penyelenggara mudik untuk tidak sekedar mementingkan keselamatan, namun juga memberikan jaminan jika terjadi kecelakaan yang tidak bisa dihindaran.

"Perlu dipikirkan juga bahwa kita ini harus memberikan pelayanan yang full service, dalam arti kita memastikan mereka ini sehat walafiat jasmani dan rohani," ucap Devi.

Para pemudik akan diangkut menggunakan bus pariwisata yang masih baru, minimal pembuatan tahun 2012. Bus itu akan dilengkapi alat keselamatan, fasilitas kursi yang bisa diatur (reclining seat), AC, video dan standar pelayanan bus lainnya. Pengemudi bus juga akan dilakukan tes urine, serta pemeriksaan kendaraan sebelum mudik.

Sampai saat ini lebih dari 112.362 orang sudah mendaftar ikut "Mudik Bareng BUMN 2017" melalui 25 BUMN. Kegiatan mudik itu menggunakan bus, kereta, kapal laut, dan pesawat. Jumlah pemudik yang diangkut BUMN tahun ini meningkat dari sebelumnya 93 ribu orang pada 2015, dan meningkat menjadi 94 ribu pemudik pada 2016.  

Devi berharap, target 120 ribu pemudik dapat tercapai beriringan dengan BUMN lain yang belum melaporkan jumlah pemudik yang mendaftar di lembaganya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

PPATK Telusuri Rekening First Travel

  • Buruh PT Nyonya Meneer Ajukan Tagihan Rp98 Miliar
  • Pesawat Pengangkut Haji Arab Saudi Belum Boleh Mendarat di Qatar

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta