Pertamina Patra Niaga Siapkan 800 Personel Antisipasi Mogok

PT Pertamina Patra Niaga akan mengerahkan sopir lainnya dengan bantuan dari TNI-Polri apabila terjadi pemogokan.

Minggu, 18 Jun 2017 16:17 WIB

Mobil tangki Pertamina. Foto: bumn.go.id

KBR, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga menjamin pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) lancar meskipun ada  mogok dari pekerja awak mobil tangki.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Rudy Permana, perusahaan akan mengerahkan sopir lainnya dengan bantuan dari TNI-Polri apabila terjadi pemogokan. Kendati demikian, ia akan terus mendorong perusahaan subkontraktor untuk melakukan negosiasi dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja. Sehingga masalah ketenagakerjaan dengan awak mobil tangki dapat selesai dan pasokan BBM aman saat mudik Lebaran.

"Seandainya pun mogok kita sudah ada bantuan dari sipil maupun dari TNI/Polri untuk terjun untuk bawa mobil tangki itu sendiri. Kita hanya menjamin keamanan suplai tidak terganggu, itu jaminan dari kami. Seandainya memang pekerja yang sudah diangkat jadi karyawan tetap oleh perusahaan pemborong tadi ikut mogok juga, itu jangan khawatir, kita tidak kekurangan tenaga kerja. Kita sudah antisipasi dengan bantuan back up,"  jelas Sekretaris Perusahan  PT Pertamina Patra Niaga Rudy Permana saat dihubungi KBR, Minggu (18/6/2017).

Rudy Permana menambahkan, perusahaanya juga terus melakukan monitor armada mobil pengangkut BBM. Ia khawatir, mobil pengangkut BBM akan dibajak dan dihentikan di tengah jalan. Untuk itu, perusahaanya sudah menyiapkan tim sapu bersih apabila terjadi hambatan dan penghentian mobil oleh karyawan yang mogok.

"Setiap mobil sudah ada GPS. Kita siapkan tim sapu bersih, kalau ada apa-apa mobil dicurigai berhenti lama, kita sudah antisipasi. Setiap mobil juga kita punya kunci cadangan, kalau ada apa-apa kita ambil mobilnya. Kita ada 800 personel kita siaga," ujarnya.

Selain itu, PT Pertamina Patra Niaga juga melakukan penjagaan ketat di Depot Utama Plumpang, Cikampek, Ujung Berung dan Padalarang.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau