Panorama Indah di Tol Salatiga, Kapolda Jateng: Jangan Berhenti untuk Selfie

Beberapa waktu lalu foto gerbang tol Salatiga sempat viral dan menarik perhatian di media sosial karena berlatar belakang Gunung Merbabu.

Rabu, 14 Jun 2017 11:32 WIB

Warga melintas di sekitar gerbang tol Salatiga, di Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (8/6/2017). (Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Semarang - Kapolda Jawa Tengah Condro Kirono mengimbau masyarakat untuk tidak berhenti di sembarang tempat di jalan tol Semarang-Salatiga.

Ruas tol Semarang-Salatiga, kata Condro Kirono memang memiliki panorama latar belakang yang indah. Apalagi, beberapa waktu lalu foto gerbang tol Salatiga sempat viral di sosial media karena berlatar belakang Gunung Merbabu.

"Tidak boleh turun, apalagi selfie atau mengeluarkan anggota badan. Bahaya sekali," kata Condro kepada KBR, Selasa (13/6/2017).

Selain dapat menyebabkan kemacetan, kata Condro, menghentikan kendaraan di sembarang tempat juga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Reporter KBR Widia Primastika mengikuti Condro Kirono saat memantau persiapan jalan tol Semarang-Salatiga menghadapi arus mudik lebaran 2017. Ruas tol yang menghubungkan Bawen (Semarang) menuju Tingkir (Salatiga) rencananya akan dibuka pada H-7 hingga H+7.



Keterangan foto: Pintu gerbang tol Salatiga dengan latar belakang Gunung Merbabu yang tertutup kabut di Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (13/6/2017). (Foto: KBR/Widia Primastika)
 
Baca juga:


Pembentukan Satgas Pengamanan

Untuk mengantisipasi tindak kriminal yang rawan terjadi di musim mudik 2017 ini, Polda Jawa Tenga membentuk satgas yang dipimpin Direktur Kriminal Umum dengan bantuan seluruh Kasatreskrim di masing-masing polres.

Condro Kirono mengatakan satgas itu bertugas melakukan operasi seperti membersihkan calo, premanisme, potensi pembiusan di terminal dan stasiun, serta daerah rawan bajing loncat di Pantura, khususnya Alas Roban, Kabupaten Batang.

Selain membentuk satgas untuk menekan kriminalitas, Polda Jawa Tengah juga membentuk Satgas Pengamanan Jalan Tol untuk mengantisipasi kemacetan yang ada pada seluruh jalur tol fungsional di Jawa Tengah. Satgas Pengamanan Jalan Tol ini dipimpin Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Djarod Padakova.

"Dia (Djarod) akan membawahi tol, dari Pejagan sampai Gringsing. Kemudian dari Semarang ke Tingkir, lalu satu lagi tol dari Solo ke Mantingan," tambah Condro kepada KBR.

Meskipun begitu, Condro menghimbau seluruh pemudik untuk tidak mengandalkan jalan tol saat mudik.

"Kami menghimbau untuk manfaatkan jalur-jalur pantura dan jalan nasional. Kami menghimbau itu. Kalau lewat jalan tol, itu betul-betul kendaraan harus safe, harus aman, harus siap," tambah Condro.



Keterangan foto: Jalan tol Bawen-Salatiga dilihat dari Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (28/5/2017). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)
 
Selain itu, Condro juga meminta kepada masyarakat untuk mempersiapkan bekal seperti air minum serta makanan ringan yang mencukupi.

Untuk pengamanan selama mudik 2017, Polri menggelar Operasi Ramadniya (Ramadan dan Hari Raya 2017). Dalam Operasi Ramadniya 2017, Polda Jawa Tengah menerjunkan 12.456 personel dibantu 1.105 personel bantuan dari Mabes Polri.

Pada ruas tol Kaligangsa hingga Gringsing sepanjang 110 km, polisi akan menempatkan mobil patroli disetiap jarak lima km.

Selain itu, pemerintah juga akan mempersiapkan tiga buah helikopter, dua helikopter milik Polri serta satu helikopter milik Basarnas. Helikopter milik Basarnas itu nantinya akan digunakan sebagai ambulan udara.

Kapolda Jawa Tengah, Condro Kirono juga menghimbau masyarakat untuk menghindari mudik menggunakan sepeda motor, dan meminta warga Jawa Tengah mudik menggunakan transportasi publik seperti bus atau kereta api.

"Sepeda motor itu sebenarnya dirancang bukan untuk perjalanan yang sangat jauh. Kalau menggunakan sepeda motor dari Jakarta ke Jawa Tengah itu menempuh jarak 400 kilometer lebih. Itu sangat berbahaya sekali. Apalagi sampai membawa barang yang melebihi kapasitas, apalagi sampai membawa anak dan istri," kata Condro kepada KBR.

Diperkirakan pada tahun 2017 ini, jumlah pemudik akan naik 10 persen.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan