Demi Mudik Lancar, Kapolri Kerahkan Wasit Lalu Lintas dan Bersihkan Copet-Preman

Kepolisian juga akan menghadirkan wasit atau petugas lalu lintas yang akan mengarahkan kendaraan ke jalur lain apabila di jalur tersebut terdapat penumpukan volume kendaraan.

Selasa, 13 Jun 2017 08:40 WIB

Kapolri Tito Karnavian ketika menggelar Safari Ramadhan di Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah, Selasa (6/6/2017). (Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho)

KBR, Jakarta - Kepolisian berusaha mencegah terulangnya kemacetan parah di jalur menuju pintu tol Brebes Timur, pada musim mudik lebaran tahun ini.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan jalur Brexit kemungkinan masih bakal mengalami kemacetan. Namun, agar kemacetan tidak separah tahun lalu, Polri akan melakukan pembatasan kendaraan, termasuk pelarangan kendaraan berat masuk jalur fungsional.

Jalan tol fungsional adalah jalan tol yang pembangunannya belum selesai 100 persen, namun sudah bisa difungsikan, dan penggunaannya sesuai situasi.

"Tetap kami prediksi kemacetan akan terjadi di sekitar Brebes, Brexit. Karena itu nantinya kendaraan besar tidak boleh masuk jalur fungsional. Mungkin nanti akan keluar dari pintu keluar tol Pejagan, kemudian ke pintu tol Brebes Barat dan akan keluar lewat jalur Pantura," ujar Tito Karnavian, Senin, (12/6/2017).



Keterangan foto: Kapolri Tito Karnavian meninjau persiapan menghadapi arus mudik di pintu tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Rabu (7/6/2017). (Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah)
 
Polri memperkirakan penumpukan kendaraan bermotor selama arus mudik tidak hanya terjadi di kawasan pintu tol Brebes Timur atau Brexit. Lokasi lain yang diperkirakan padat adalah jalur arah barat, terutama Pelabuhan Merak. Walaupun pada tahun ini pelabuhan Merak sudah memiliki satu tambahan dermaga sepeda motor dan memberlakukan fasilitas tiket online. Kapolri Tito memperkirakan masih akan terjadi penumpukan di Pelabuhan Merak mengingat banyak pemudik tetap mengunakan pelabuhan ini.

Selain melarang kendaraan besar melintas di jalanan fungsional, kepolisian juga akan menghadirkan wasit atau petugas lalu lintas yang akan mengarahkan kendaraan ke jalur lain apabila di jalur tersebut terdapat penumpukan volume kendaraan.

"Nanti wasit akan melihat apakah jalur Brebes macet panjang atau tidak. Jika iya, maka wasit akan mengarahkan kendaraan menuju kilometer 66 atau Cikopo, untuk menuju jalur tengah dan selatan. Jika nanti jalur Gringsing padat maka akan diarahkan menuju jalur Pantura. Itu beberapa alternatif jalur yang akan diarahkan oleh wasit," kata Tito.

Tito mengatakan walau prediksi kemacetan tidak bisa dihindari, namun ia yakin tidak akan ada lagi peristiwa kemacetan seperti tahun lalu, yang merupakan kemacetan terparah selama ini. Ia mengatakan petugas lapangan dan fasilitas selama mudik lebaran sudah dipersiapkan semua pihak secara khusus, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan.

Tito mengimbau agar masyarakat tidak usah khawatir dengan hal tersebut. Untuk menambah kenyamanan dan keaman selama liburan Kapolri juga telah memerintahkan petugas kepolisian membersihakan kawasan stasiun, terminal, pelabuhan dan lainnya dari para pelaku tindak kriminal seperti pencopetan dan premanisme.

"Saya sudah perintahkan Kepolisian untuk membersihkan preman, copet, todong, jabret, tukang hipnotis, tukang bius dan pencuri di kereta api, bus, atau kapal. Untuk mengerjakan hal ini saya sudah minta anggota reserse, intelejen dan Brimob turun ke lapangan," tambah Tito.

Baca juga:


Keterangan foto: Alat berat beroperasi di salah satu bagian tol Bawen-Salatiga di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/6/2017). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)
 
Jalur fungsional aman

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sebelumnya mengklaim jalur tol fungsional (ruas tol yang pengerjaannya belum selesai tetapi digunakan untuk jalur mudik) tetap layak dilewati kendaraan.

Basuki mengatakan, kualitas beton tol fungsional sudah mampu menahan beban kendaraan pemudik. Adapun waktu operasionalnya, kata Basuki, sudah dikonsultasikan dengan Kepolisian. Basuki mengatakan jalur yang rencananya dibuka pada arus mudik tahun ini adalah jalan tol Brebes menuju Gringsing di kawasan Weleri sepanjang 110 kilometer selama 24 jam.

"Untuk tol fungsional itu kekuatannya seminggu, dua minggu dilalui juga tidak apa-apa, karena yang merusak jalan tol itu bukan volume kendaraan, tetapi beban kendaraan. Jadi kalau kita overload itu yang menyebabkan kerusakan jalan. Tetapi kalau banyaknya kendaraan tidak langsung merusak jalan. Kami juga sudah diskusi dengan Pak Korlantas," kata Basuki, Kamis (8/6/2017).

Selain Brebes-Gringsing, jalan tol fungsional lain adalah jalan tol Semarang-Surabaya sepanjang 227 kilometer yang akan dibuka hanya pada siang hari. Dengan begitu, total ada 337 kilometer jalan tol fungsional yang akan dibuka selama arus mudik tahun ini. Di luar itu, ada 65 kilometer jalan tol Trans Sumatera yang juga akan difungsikan pada arus mudik tahun ini meski pengerjaannya belum selesai 100 persen.

Basuki mengatakan jalan tol fungsional telah memenuhi standar keamanan. Ruas tol juga akan dilengkapi pencahayaan dan rambu-rambu lalu lintas.

Basuki mengatakan masih berusaha mengejar pembangunan beberapa ruas jalan Transjawa agar bisa dilalui saat mudik Lebaran.

Jalan tol fungsional sebelumnya sudah dipakai untuk perlintasan warga dan area bermain anak-anak. Setelah itu, pengelola Jalan Tol dan Kepolisian melarang masyarakat melintas atau bermain, karena jalur itu akan segera dibuka untuk kendaraan mudik roda empat nonbus.



Keterangan foto: Warga melintas jalan tol fungsional Pejagan-Pemalang di Desa Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (12/6/2017). (Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah)
 
Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1