Teror Bom, Penghuni Rusunawa Wonocolo Sidoarjo Diungsikan

Dari pantauan yang dihimpun KBR, beberapa mobil khusus tim penjinak bom masuk ke lokasi rusunawa sekitar pukul 00.30 WIB.

Senin, 14 Mei 2018 00:45 WIB

Polisi masih berjaga di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Foto: Budi Prasetyo/KBR.

KBR, Surabaya - Para penghuni Blok B dan C Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, dipindahkan menyusul ledakan bom yang terjadi di Blok B lantai 5. Dari pantauan yang dihimpun KBR, beberapa mobil khusus tim penjinak bom masuk ke lokasi rusunawa sekitar pukul 00.30 WIB.

"Warga khawatir semua, ingin keluar dari rusun secepatnya," kata Angga Wicak salah satu penghuni Rusunawa, Minggu (14/5/18). 

Dia juga mengatakan, ketika terdengar ledakan semua penghuni langsung berhamburan keluar rumah. 

"Terkejut lalu para penghuni bertanya ke Sekuriti dan diberitahukan tetap tenang menuju Blok D," imbuhnya.

Hingga saat ini Kapolda Jawa Timur dan Pangdam berada di lokasi. Terdengar enam kali ledakan. Sementara itu, jumlah penghuni yang ada di kamar itu diduga berjumlah enam orang. Saat kejadian, dua anak luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. 

Sebelum insiden ledakan bom di Rusunawa, tiga gereja di Surabaya mendapat serangan teror. Tiga gereja itu yakni Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Santa Maria. Kapolri Tito Karnavian mengatakan pelaku bom bunuh diri itu diduga berasal dari satu keluarga.

Pelaku bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna diketahui bernama Dita Supriyanto. Ia melancarkan aksinya menggunakan mobil Avanza. 

"Dari pagi tim bergerak sudah bisa mengetahui pelakunya. Pelaku diduga satu keluarga," kata Kapolri Tito Karnavian di Rumah Sakit Bayangkara pada Minggu (13/5/18).

sebelum melakukan aksi bom bunuh diri, pelaku menurunkan istrinya Puji Kuswati dan dua putrinya berusia 12 dan sembilan tahun untuk mengebom di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro. Istri dan anak Dita mengebom gereja dengan melilitkan bom di pinggang. 

"Sebelumnya dia men-drop istrinya dan dua anak perempuan yang diduga meninggal bernama Puji Kuswati," pungkas Tito.

Sementara, pelaku pengeboman di Gereja Santa Maria merupakan dua putra Dita berusia 16 dan 18 tahun dengan memangku bom tersebut. 

Editor: Quinawaty 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".