Polisi Proses Laporan Dugaan Intimidasi di Car Free Day

"Saya kemarin (Senin, 30/5/2018) sore sempat menelepon lagi kan, ke polisi yang bersangkutan, yang menerima laporan kami. Dia bilang sudah sudah siap, sudah diproses."

Rabu, 02 Mei 2018 14:53 WIB

Tangkapan video viral intimidasi terhadap perempuan dan anak di ajang car free day, Minggu (300418). (Sumber: Youtube Jakartanicus)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Kepolisian tengah memproses laporan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait dugaan intimidasi yang menimpa seorang perempuan dan anak saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Jakarta, Minggu (29/5/2018) lalu. Sebuah video yang diunggah akun Jakartanicus di laman berbagi video youtube menunjukkan sekelompok orang berkaus #2019GantiPresiden mengintimidasi seorang ibu dan anak yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja.

Tindakan itu yang menurut juru bicara PSI Dini Purwono, membuat partainya melayangkan laporan ke polisi. Membiarkan intimidasi dengan tak melakukan apapun, kata dia, justru sikap yang keliru.

"Kalau ada saudara yang tersakiti jangan diam saja, kalau ada apa-apa bersuara. Kejadian kemarin polisi juga melihat, makanya bentuk tim khusus investigasi untuk menangani kasus itu," kata Dini saat dihubungi KBR, Selasa (1/5/2018).

Menurut Dini, laporan partainya ke penegak hukum kini tengah diverifikasi. Kata dia, polisi sedang menyesuaikan keterangan korban dan sejumlah saksi.

Berdasar informasi yang ia terima, polisi membentuk tim investigasi khusus di Polres Jakarta Pusat untuk mendalami kasus ini.

"Saya kemarin (Senin, 30/5/2018) sore sempat menelepon lagi kan, ke polisi yang bersangkutan, yang menerima laporan kami. Dia bilang sudah sudah siap, sudah diproses."

Dini pun mengatakan, setiap warga negara harus bebas dari intimidasi terlepas apapun pilihan politiknya. Selain itu, warga juga mesti berani melapor ke aparat penegak hukum jika menerima ancaman.

Baca juga:


Polisi Perketat Penjagaan di CFD

Beberapa polisi lazim berjaga di sejumlah titik pada setiap kegiatan Car Free Day di Jakarta. Namun pasca kejadian Minggu (29/4/2018) pekan lalu, juru bicara Mabes Polri, Setyo Wasisto mengatakan bakal memperketat pengawasan di lokasi Car Free Day.

Setyo menegaskan berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta, di lokasi hari bebas berkendara atau Car Free Day semestinya tidak diisi dengan kegiatan politik.

"Tidak boleh digunakan untuk politik dan SARA. Hanya boleh untuk olahraga, kebudayaan, kesenian," kata Setyo di Jakarta, Selasa (1/5/2018).

"Jadi mari kita sama-sama menghormati. Itu ruang publik yang harus kita gunakan bersama-sama. Tidak ada sekelompok orang yang berhak merasa memiliki Car Free Day," imbau Setyo.

Menurut dia, polisi tidak melarang masyarakat mengenakan atribut tertentu. Hanya saja yang disesalkan adalah konfrontasi yang terjadi. Dia menambahkan kegiatan CFD harus steril dari unsur berbau politik maupuan SARA.

Polisi sudah menerima dua laporan terkait perundungan yang terjadi Minggu pekan lalu. Kata Setyo, penyidik tengah mendalami unsur pidana intimidasi. Jika cukup bukti maka menurutnya para pelaku akan dijerat hukum pidana.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".