Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme, Jokowi: Tidak Perlu Dipersoalkan Lagi

"Pelibatan TNI, kan itu kan melalui putusan presiden, nah bagaimana teknisnya itu yang diatur"

Jumat, 25 Mei 2018 12:42 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tidak lagi dipermasalahkan. Kata dia, sejak lama TNI  sudah boleh dilibatkan atas perintah presiden.
Kata dia, Peraturan Presiden nantinya hanya akan mengatur urusan teknis saja.
"Iya itu kan nanti Perpresnya hanya teknis. Hanya teknis. Sebelumnya kan sebetulnya TNI juga bisa dilibatkan atas perintah panglima tertinggi. Jadi sudah tidak ada lagi yang perlu dipersoalkan. Yang terpenting kan nantinya teknis dalam pelaksanaannya seperti apa," kata Jokowi di lokasi pembangunan Bendungan Kuningan, Jawa Barat, Jumat (25/5).

Jokowi enggan menjelaskan lebih lanjut soal teknis pelibatan TNI. Sejauh ini, pemerintah belum menjelaskan sejauh mana  TNI akan terlibat dalam pemberantasan terorisme.

Jokowi hanya menegaskan upaya pemberantasan terorisme harus dilakukan dengan berbagai cara. Selain represif dengan memburu anggota jaringan teror, dia meminta pendekatan lunak  dengan deradikalisasi dan pencegahan penyebaran paham radikal juga terus dilakukan.

Hari ini, rapat paripurna DPR mengesahkan UU Antiterorisme yang baru menggantikan UU Nomor 15 Tahun 2003. Frasa "motif politik, ideologi, atau gangguan keamanan" dalam undang-undang yang baru membuka pintu masuk bagi tentara ikut terjun memberantas terorisme.

Sebelumnya, Komisi I yang membidang Pertahanan juga sudah merestui penghidupan kembali pasukan khusus TNI, Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab). Rapat kerja dengan Panglima TNI, Kamis(24/5) lalu bahkan menyepakati Koopsussgab ini bersifat permanen.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang