Jokowi Kritik Politikus yang Suka Main-Main Isu SARA

"Jangan dikompor-kompori para politisi maut. Proses demokrasi yang tidak mencerdaskan kita."

Kamis, 31 Mei 2018 11:23 WIB

Presiden Joko Widodo saat menghadiri buka bareng Relawan Golkar Jokowi (GoJo) di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Rabu (23/5). (Foto: ANTARA/ Wahyu P)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengkritik para politikus yang gemar memainkan isu SARA sebagai strategi memenangkan pemilihan. Kata dia, sikap itu tidak mencerdaskan masyarakat tetapi justru memecah-belah persatuan.

"Jangan dikompor-kompori para politisi maut. Proses demokrasi yang tidak mencerdaskan kita," kata Jokowi saat membagikan 3000 sertifikat lahan di Bekasi, Kamis (31/5/2018).

"Mestinya pemilihan bupati, gubernur, presiden itu adu program, adu ide, adu gagasan, adu prestasi. Rakyat harusnya diajak ke situ," lanjutnya.

Pesan itu disampaikan Jokowi karena di Jawa Barat bakal berlangsung pemilihan gubernur. Sementara khusus di Bekasi akan digelar pemilihan wali kota. "Saya titip, silakan dipilih siapapun tapi pilih yang paling baik."

Dia mengingatkan keberagaman suku dan agama di Indonesia kerap dijadikan senjata untuk menghancurkan lawan politik. Jokowi pun mengimbau agar masyarakat tetap menggunakan hak pilih sesuai hati nurani. Jangan sampai, kata dia, proses demokrasi justru memecah-belah hubungan sosial.

Dia mengaku masygul karena masih ada masyarakat yang mempercayai kampanye hitam terkait dirinya, dengan menggunakan isu SARA. Sejak pemilihan presiden 2014 silam, Jokowi kerap diterpa isu PKI hingga keturunan Tionghoa.

"Yang saya heran masih ada masyarakat yang percaya. Sedih saya."

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.