Jokowi Ingin Indonesia Jadi Pelopor Islam Moderat

"Agar kita bisa berbagi pengalaman dalam mengambil jalan, agar kita berbagi mengambil pengalaman dalam menjadi pelopor kemaslahatan umat manusia."

Rabu, 02 Mei 2018 12:33 WIB

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Imam Besar Al Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb (tengah) dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin meninggalkan ruangan Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) t

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo ingin Indonesia menjadi negara pelopor Islam jalan tengah atau moderat (Wasathiyah Islam) di dunia.

"Agar kita bisa berbagi pengalaman dalam mengambil jalan, agar kita berbagi mengambil pengalaman dalam menjadi pelopor kemaslahatan umat manusia," kata Jokowi di Istana Bogor, Selasa (1/5/2018). 

Ini karena menurut Jokowi, kini mulai muncul kelompok-kelompok di berbagai negara yang memanfaatkan teknologi untuk menyebarluaskan ujaran kebencian dan paham radikal atas nama Islam. Padahal, menurutnya Islam selalu mengusung toleransi dan musyawarah juga berkah bagi seluruh manusia.

"Posisi Indonesia sangat jelas, kami mendorong dan sangat berkomitmen untuk lahirnya poros Wasathiyah Islam dunia. Kami yakin dengan Wasathiyah Islam, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin," tambahnya.

Pernyataan Jokowi itu ia sampaikan saat membuka Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama. Helatan tersebut dihadiri 100 ulama dan cendekiawan muslim dari berbagai negara.

Baca juga:

Jokowi mengatakan, kehadiran Imam Besar Al-Azhar Mesir, Ahmad Muhammad Ath-Thayeb juga memberikan banyak masukan agar konsep Islam moderat bisa menjadi gerakan dunia. Menurutnya, gerakan Islam moderat itu harus mampu menekan tindakan radikalisme.

Jokowi berujar, konsep Islam toleran telah berjalan sejak lama di Indonesia. Ia pun melanjutkan, Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, relatif mampu hidup damai meski dengan suku dan agama berbeda. Menurutnya, kedamaian itu terjadi karena Indonesia mengusung musyawarah mufakat untuk menyelesaikan pelbagai masalah.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Seberapa besar ketertarikan generasi milenial terhadap koperasi di Indonesia saat ini?