Ini Sebab Jokowi Tambah 4 Staf Khusus

Presiden Joko Widodo menambah empat anggota staf khusus Kepresidenan. Dengan begitu kini jumlah staf khusus menjadi sembilan orang.

Selasa, 15 Mei 2018 21:17 WIB

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Seskab Pramono Anung sebelum memimpin rapat kerja persiapan Asian Games XVIII di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/4). (Foto: ANTARA/Wahyu P)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menambah empat anggota staf khusus Kepresidenan. Dengan begitu kini jumlah staf khusus menjadi sembilan orang.

Kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, penambahan dilakukan karena presiden membutuhkan ahli di beberapa bidang. Antara lain komunikasi, ekonomi dan keagamaan. Pram menampik jika tambahan anggota staf khusus ini dihubungkan dengan masa persiapan Pilpres 2019.

"Sesuai dengan kebutuhan, karena memang dibutuhkan untuk itu. Tugas yang begitu banyak di lingkaran presiden, memerlukan tambahan staf khusus," kata Pramono di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (15/5/2018).

Salah satu yang ditunjuk adalah bekas juru bicara PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), Adita Irawati. Perempuan yang lebih dari 20 tahun menggeluti bidang penyiaran dan industri telekomunikasi ini dianggap jago mengampu media sosial. Ia juga didaulat membenahi pola komunikasi Jokowi.

"Kalau kita lihat, kehumasan kita rata-rata di kementerian/lembaga pakai pola lama. Padahal di era medsos, butuh yang memahami medsos, membuat framing, membangun konten, dan sebagainya di era medsos."

Penunjukan kata Pram juga dilakukan karena lingkar istana menilai Presiden Jokowi membutuhkan penasihat komunikasi. Ia menambahkan, pembenahan pola komunikasi juga akan diterapkan untuk semua kementerian/lembaga. Kata dia, Jokowi ingin seluruh kementerian/lembaga menggunakan strategi komunikasi modern dengan memanfaatkan media sosial.

Baca juga:

Selain Adita Irawati, Jokowi juga mengangkat bekas Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Erani Yustika sebagai staf khusus bidang ekonomi. Kata Pramono, Erani yang merupakan guru besar Universitas Brawijaya dianggap mampu membantu Jokowi merancang kebijakan ekonomi. Utamanya, soal efektifitas dana desa yang tahun depan bakal mencapai Rp85 triliun. 

Staf khusus ketiga adalah Abdul Ghofar Rozin. Putra dari ulama Muhammad Achmad Sahal ini bakal mendampingi Jokowi saat menghadiri acara keagamaan domestik. Semisal kunjungan ke pondok pesantren.

Terakhir, adalah Siti Dhzu Hayatin yang membidangi keagamaan internasional. Menurut Pramono, Siti akan membantu Jokowi mempelajari isu-isu keagamaan global.

Menurut Pramono, keempat staf khusus presiden tersebut mulai bekerja sejak Senin (14/5/2018) kemarin. Kata dia, anggota staf khusus itu tak perlu dilantik dan langsung berkoordinasi mengenai pekerjaan masing-masing.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan


 
Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".