Bom Gereja Surabaya, PGI Imbau Jemaat Tetap Ibadah Seperti Biasa

Sementara itu, PGI Mereka juga mengimbau masyarakat agar tak menyebarkan foto maupun video korban-korban aksi teror.

Minggu, 13 Mei 2018 16:25 WIB

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin Aly (kiri), rohaniawan Katolik Romo Aloys Budi Purnomo (kedua kiri), rohaniawan Romo Notowardoyo (ketiga kiri), bersama sejumlah anggota Banser berdoa bersama untuk korban peristiwa bom Surabaya, di G

KBR, Jakarta - Tokoh agama dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) mendesak pemerintah menindak pelaku peledakan bom di tiga gereja di Surabaya. Peristiwa itu terjadi pada Minggu pagi dan menyebabkan belasan orang meninggal dan 41 orang luka-luka. Sekretaris Eksekutif Kantor Waligereja Indonesia, Romo Agus Ulahayanan, mengimbau seluruh jemaat di Surabaya untuk tetap beribadah seperti biasa. Sebab, pada sore dan malam ini ibadah gereja masih berlangsung. 

"Kami meminta pemerintah supaya serius, terutama upaya-upaya pencegahan," kata Romo Agus di gedung PGI, Jakarta Pusat, Minggu (13/5/18).

"Kami merasa bahwa ini sesuatu yang serius dan tidak boleh dianggap sepele oleh pihak manapun. Di satu sisi kami tidak boleh takut," lanjutnya.

Sementara itu, PGI juga mengimbau masyarakat agar tak menyebarkan foto maupun video korban-korban aksi teror. Sebab hal itu akan menebarkan rasa takut. Juga kepada para elit politik, PGI berpesan supaya menghentikan komentar yang justru memperkeruh keadaan. Para tokoh PGI juga mendukung sepenuhnya upaya pemerintah menindak semua pelaku teror.

Baca juga: Bom Gereja Surabaya, Begini Kesaksian Warga

Sekretaris Eksekutif Kantor Waligereja Indonesia, Romo Agus Ulahayanan, juga menyebut pengamanan gereja-gereja di Surabaya akan dibantu Banser NU. Sedangkan Kepala Humas PGI Jerry Sumampow mengatakan, ada dua gereja di Surabaya yang mendapat ancaman bom. Satu gereja itu GKI Pregolan Bunder. 

Pada Minggu pagi, 13 Mei 2018, teror bom terjadi di tiga gereja di Surabaya. Yakni Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Gereja Santa Maria Ngagel Madya, dan Gereja Kristen Indonesia. Berdasarkan catatan sementara jumlah korban meninggal bertambah jadi 11 orang. 

Sedang korban luka-luka ada 41 dan kini dirawat di RS Dr Soetomo. Terkait waktu kejadian ledakan, Polda Jawa Timur menyebut, ledakan pertama terjadi pada pukul 06.30 WIB, lalu ledakan kedua pukul 07.15 WIB, dan ledan ketiga pukul 07.53 WIB.

Baca juga: Tiga Bom Gereja di Surabaya Berhasil Dijinakkan

Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.