KPK Periksa Eks Dirjen Anggaran Kemenkeu dalam Perkara Korupsi Alquran

Selain Herry, KPK juga akan memeriksa Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Syamsudin. Syamsuddin diperiksa untuk tersangka yang sama yakni, Fahd El Fouz.

Jumat, 19 Mei 2017 11:57 WIB

KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap bekas Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan periode 2006-2011, Herry Purnomo.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Herry diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fahd El Fouz. Fahd menjadi tersangka perkara dugaan korupsi proyek pengadaan Alquran dan laboratorium sekolah MTs (setingkat SMP) di Kementerian Agama yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp27 miliar.

"Herry Purnomo diperiksa untuk tersangka FEF," kata Febri kepada wartawan, Jumat (19/5/2017).

Selain Herry, KPK juga akan memeriksa Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Syamsudin. Syamsuddin diperiksa untuk tersangka yang sama yakni, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq.

Fahd merupakan tersangka ke empat dalam kasus dugaan Korupsi pengadaan Alquran dan laboratorium MTs di Kementerian Agama yang ditangani KPK.

Sebelumnya KPK sudah lebih dulu menetapkan status tersangka terhadap bekas anggota DPR Komisi 8 Zulkarnaen Djabar serta anaknya Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra. Dua orang ini divonis hukuman 15 tahun dan delapan tahun kurungan penjara. Selain itu ada keterlibatan Ahmad Jauhar, bekas pejabat di Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama hingga dikenai hukuman delapan tahun penjara.

Dalam perkara ini, Fahd  diduga Zulkarnaen Djabar dan anaknya, menerima hadiah atau janji dari pihak-pihak tertentu. Fahd yang merupakan politisi Partai Golkar itu diduga menerima imbalan uang sebesar Rp3,4 miliar dalam proyek pengadaan tersebut.

KPK menduga Fahd ikut membantu Zulkarnaen untuk mengitervensi pejabat Kementerian Agama untuk memenangkan perusahaan tertentu sebagai pelaksana proyek pengadaan Alquran dan laboratorium MTs tahun anggaran 2011-2012.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

Status JC Andi Narogong Dibatalkan, KPK Akan Kasasi

  • Kementerian PUPR: Tak Ada Pengawasan Beban Jembatan Widang
  • Inggris Akan Larang Peredaran Sedotan Plastik
  • Moh Salah Ingin Pecahkan Rekor Ian Rush

Diabetes kerap menjadi masalah yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit yang satu ini berkaitan erat dengan pola gaya hidup sehat, mulai dari makanan hingga aktivitas fisik.