Jokowi Geregetan: Bangsa Indonesia Lebih Banyak Tersandera Aktivitas Tak Produktif

Jokowi menunjukkan stagnannya capaian Indonesia dibandingkan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Tiongkok dan Korea.

Jumat, 19 Mei 2017 15:45 WIB

Ekspresi Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada pejabat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5/2017). (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasar/ama/17)


KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan bangsa Indonesia banyak tertinggal dibanding negara lain karena sebagian besar tersandera oleh aktivitas yang tidak produktif.

Jokowi menuturkan masyarakat masih disibukkan dengan kegiatan saling hujat, fitnah, saling demo, dan saling sebar berita bohong (hoax). Ia juga menyinggung petani dan nelayan yang masih berkutat di masalah yang sama selama puluhan tahun.

Jokowi mengatakan dirinya sudah geregetan dengan situasi ini.

"Tiap hari urusan nelayan, cantrang nggak rampung-rampung. Urusan petani, urusan masalah pupuk bibit belum rampung-rampung. Harusnya kita sudah membawa mereka para nelayan ini bagaimana bergerak ke offshore, aquaculture misalnya. Petani bergerak ke mekanisasi yang modern, teknologi yang modern," kata Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Kamis (18/5/2017).

"Tapi kita selama berpuluh-puluh tahun, masalah irigasi nggak rampung-rampung. Masalah benih nggak rampung-rampung. Nelayan masalah cantrang nggak rampung-rampung. Saya sudah geregetan betul dengan masalah-masalah yang tidak produktif itu," kata Jokowi.

Pemerintah mengeluarkan aturan larangan penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan seperti cantrang sejak 2015. Alat tangkap itu dianggap tidak selektif dan merugikan negara, karena menangkapi ikan-ikan muda berukuran kecil. Hal ini dianggap mengganggu persediaan ikan berikutnya. Namun karena perdebatan tidak henti, pemerintah memberi kelonggaran hingga akhir 2017.



Baca juga:


Jokowi kembali mengingatkan perkembangan dunia yang sangat cepat karena inovasi teknologi. Ia menyebut tokoh dunia seperti pengusaha Elon Musk, yang menginisiasi teknologi canggih seperti mobil listrik Tesla, perusahaan antariksa SpaceX dan hyperloop. Belum lagi dengan perkembangan teknologi sistem pembayaran seperti Paypal hingga Alipay.

"Elon Musk bicara masalah Paypal. Diganti Jack Ma berbicara masalah Alipay. Sekarang membayar barang di mal, supermarket sudah pakai smartphone. Tapi kita di sini tiap hari urusan nelayan, cantrang nggak rampung-rampung," kata Jokowi.

Jokowi menunjukkan stagnannya capaian Indonesia dibandingkan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Tiongkok dan Korea. Kata dia, dulu Malaysia banyak menimba ilmu dari guru-guru dari Indonesia. "Tapi sekarang kita sudah kalah," kata Jokowi.

Begitu pula dengan Tiongkok yang pernah mengakui kehebatan Indonesia ketika membangun jalan tol Jagorawi pada 1970-an. Namun, 40 tahun kemudian Indonesia hanya mampu menambah jalan tol sepanjang 780 km. Sementara Tiongkok yang belajar dari Indonesia kini sudah membangun jalan tol sepanjang 280 ribu kilometer.

"Apa yang salah pada kita? Itu yang harus kita evaluasi," kata Jokowi.



Karena itu, Jokowi menekankan perlunya segera mengubah pola pikir dan membangkitkan etos kerja nasional. "Kita harus mengubah pola pikir kita, etos kerja kita, disiplin kita, kalau kita nggak mau ditinggal oleh negara lain," tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan dua hari menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR