Presiden Perintahkan Masalah Tiang pada Proyek Tol Tanjung Priok Lekas Dituntaskan

Tol tersebut diperkirakan bakal melayani sekitar 3600 kendaraan logistik dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Minggu, 16 Apr 2017 15:25 WIB

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) meninjau jalan tol akses Pelabuhan Tanj

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menginginkan pengoperasian ruas jalan tol akses Tanjung Priok bisa segera dilaksanakan. Pasalnya, kata dia, pengerjaan proyek ini molor 2,5 tahun karena masalah struktur tiang yang tak sesuai dengan spesifikasi angkutan berat di pelabuhan. Untuk itu ia meminta perkara itu lekas dirampungkan.

"Hati-hati, hal seperti ini saya ikuti terus. Ada 69 tiang kalau tidak keliru, benar Pak Dirjen? 69 yang harus diganti tiang yang benar sehingga baru bisa dimulai lagi," kata Joko Widodo, Sabtu (16/4/2017).

Pembanguan ruas tol akses Tanjung Priok tersebut diyakini mampu memangkas waktu bongkar muat di pelabuhan (dwelling time). Menurut Presiden Jokowi, ruas tol ini akan memperlancar arus masuk dan keluar kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. Sehingga, diharapkan juga bisa mengurangi kemacetan di Tol dari Cawang ke Pelabuhan Tanjung Priok.

"Segera nanti bisa dioperasikan jalan tol akses ke Tanjung Priok sehingga kecepatan kontainer untuk masuk ke kapal, kecepatan kontainer untuk keluar dari Tanjung Priok ini betul-betul bisa dilayani dengan baik," ujar Presiden Joko Widodo.

Baca juga:

Tol tersebut diperkirakan bakal melayani sekitar 3600 kendaraan logistik dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok.

"Saya ingin ini nanti dimanfaatkan dengan baik dalam rangka daya saing produk-produk Indonesia."

Lebih lanjut Jokowi pun berharap, nantinya tidak akan ada lagi kontainer yang singgah di Singapura. Termasuk kapal berukuran besar. Pelabuhan Tanjung Priok pada pekan ini bakal kedatangan kapal raksasa. Kata Jokowi, masuknya kapal barang berbobot 10 ribu TEUs tersebut akan membuktikan, Indonesia mampu jadi negara dengan sarana logistik yang cepat dan murah.

"Semuanya bisa langsung ke pelabuhan-pelabuhan yang dituju karena memang di sini sudah bisa merapat kapal besar. Kami harapkan semua kontainer nanti tidak usah transit di Singapura. Semuanya bisa langsung ke pelabuhan-pelabuhan yang dituju karena memang di sini sudah bisa merapat kapal besar," pungkasnya.

Baca juga:



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.