Banjir lahar dingin di desa sukatendel kabupaten Karo, Sumatera Utara. (Foto: FB Andrian M.)


KBR, Jakarta- Tim gabungan terus membersihkan rumah-rumah warga yang terkena dampak luapan lahar dingin Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo, Natanael Peranginangin menjelaskan, tim tersebut mengeluarkan material luapan lahar berupa lumpur dan bebatuan, yang masuk ke dalam rumah-rumah milik warga.

"Saat ini tim gabungan terus membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak. Materiil yang mau kita bersihkan itu tidak hanya terdiri dari lumpur, tapi ada juga batu. Karena lokasinya di dalam rumah, penggunaan alat berat tidak bisa dilakukan, jadi dilakukan secara manual," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo, Natanael Peranginangin kepada KBR, Rabu (19/04).

Natanael melanjutkan, "penggunaan alat berat hanya digunakan di jalan raya, sudah ada satu alat berat yang hingga kini dioperasikan. Sementara itu, warga yang terdampak sudah kami ungsikan ke rumah-rumah saudaranya, dan ada juga yang ditampung di jambur (rumah adat untuk resepsi-red)."

BPBD mencatat, banjir lahar dingin itu menyebabkan 20 rumah warga di bantaran sungai rusak. Puluhan rumah yang rusak itu terdiri 12 rumah rusak berat dan empat rusak ringan. Adapun empat rumah rusak lainnya dan masih terendam air, lumpur, dan bebatuan. Sementara itu, warga yang mengungsi akibat bencana tersebut mencapai seratusan lebih,   terdiri atas  20   keluarga.

Natanael menjelaskan, banjir ini terjadi usai hujan deras pada Selasa, kemarin. Lahar dingin membawa material lumpur dan batu melintasi sungai. Hujan deras terjadi pada pukul 13.00 WIB di atas Gunung Sinabung dan Desa Mardinding. Sementara, di Desa Sukatendel tidak terjadi hujan. Pada pukul 14.45 WIB, tiba-tiba air di sungai aliran lahar dingin di Desa Sukatendel meluap membawa material dan lumpur.

"Material lahar dingin itu mengakibatkan jembatan tertutup hingga meluap ke jalan raya, sehingga menutup akses jalan di sekitar aliran sungai Sinabung, dan juga masuk ke rumah warga," katanya. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!