Akses Bandara Kulonprogo ke Borobudur, Gubernur DIY Pilih Lebarkan Jalur Umum

Menurut Pramono, Presiden meminta agar pejabat berwenang membuat infrastruktur Bandara Kulonprogo tersambung atau terhubung transportasi langsung dengan kawasan wisata Candi Borobudur di Magelang.

Jumat, 21 Apr 2017 15:07 WIB

Rencana desain pembangunan Bandara Internasional Kulonprogo. (Foto: dpmpt.kulonprogokab.go.id)


KBR, Jakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pemerintah pusat segera memutuskan sejumlah masalah proyek infrastruktur, untuk memudahkan pembangunan jalan tol dari Bandara Baru Kulonprogo Yogyakarta menuju Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah.

Sri Sultan mengatakan jika masih ada masalah, termasuk soal pembebasan lahan, maka ia sulit memenuhi target penyelesaian proyek itu.

"Saya minta ini cepat diselesaikan. Kalau ada jalan tol, mau lewat mana? Pembebasan lahannya bagaimana, kan tidak mudah. Waktunya mepet," kat Sri Sultan di Kompleks Istana, Kamis (20/4/2017).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Menteri Perhubungan serta Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta mempersiapkan bandar udara baru Kulonprogo Yogyakarta supaya bisa beroperasi pada April 2019.

Informasi itu disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, di Kompleks Istana, Kamis (20/4/2017). Menurut Pramono, Presiden juga meminta agar pejabat berwenang membuat infrastruktur Bandara Kulonprogo tersambung atau terhubung transportasi langsung dengan kawasan wisata Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

"Presiden menugaskan Menteri Perhubungan dan Gubernur DIY agar Bandara Kulonprogo bisa digunakan pada April 2019. Dengan demikian kalau itu bisa dibangun termasuk jalan tolnya maka antara Borobudur, Bandara Kulonprogo dan tempat wisata lainnya bisa terkoneksi dengan baik," kata Pramono.

Alih-alih membangun tol, Gubernur DIY Sri Sultan HB X punya pendapat lain yaitu melebarkan jalan yang sudah ada. Ia mengatakan setidaknya ada tiga pilihan jalur transportasi darat dari Bandara Baru Kulonprogo menuju Candi Borobodur.

Sri Sultan justru memilih jalur tengah yang sudah ada, karena tidak perlu membebaskan lahan. Selain itu, perbaikan infrastruktur jalur tengah juga akan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

"Obyek wisatanya itu justru di tengah. Dengan dilewati jalan yang dilebarkan itu menjadi jalur utama langsung ke Borobudur, maka otomatis jalur kiri dan kanan akan tumbuh," kata Sultan.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebelumnya berencana menyiapkan jalur jalan tol yang menghubungkan Cilacap-Jogja-Solo-Bawen-Magelang dan kembali ke Jogja.

Selain itu, Kementerian PUPR juga berencana melakukan peningkatan jalan nasional pada ruas jalan Solo-Jogja-Kulonprogo, serta peningkatan lebar jalur jalan pantai selatan yang melewati tiga kabupaten yaitu Kulonprogo, Bantul, dan Gunungkidul.
 
Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau