Pemerintah Akan Wajibkan Klub Bola Bikin Akademi Pemain Muda

"Harus. Itu regulasi FIFA yang ada di klub. Kalau klub itu berinduk ke FIFA maka semua prasyarat harus dilaksanakan."

Jumat, 23 Mar 2018 12:45 WIB

Ilustrasi: Salah satu tim peserta Indonesia Junior Soccer League 2018. (Foto: KBR/Aeres)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Pemerintah bakal mewajibkan klub bola agar mendirikan akademi pemain muda. Menteri Pemuda dan Olagraga Imam Nahrawi mengatakan, kewajiban memiliki akademi juga disyaratkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), jika ingin mendapat lisensi klub sepak bola profesional.

Meski begitu, Imam tak merinci aturan yang bakal dia terbitkan untuk mendorong pembentukan akademi di semua klub bola tersebut.

"Fondasinya itu di pembinaan usia dini. (Tapi tidak semua klub memiliki akademi?) Harus. Itu regulasi FIFA yang ada di klub. Kalau klub itu berinduk ke FIFA maka semua prasyarat   harus dilaksanakan dengan baik. Kita mengharuskan, dan bahkan kami meminta PT LIB memberikan ketegasan," kata Imam di komplek Istana Kepresidenan, Jumat (23/03/2018).

Imam mengatakan, pemerintah juga sudah meminta PT Liga Indonesia Baru agar menegaskan konsesi pada klub-klub bola untuk meningkatkan kualitasnya. Menurutnya, salah satunya dengan pembangunan akademi kepelatihan dan pelatih internal.

Imam berujar, akademi pelatihan pemain muda tidak hanya diwajibkan oleh FIFA, melainkan juga organisasi yang lebih kecil seperti Federasi Sepak Bola Asia (AFC). Saat ini, sudah ada beberapa klub sepak bola Indonesia yang berlisensi klub sepak bola profesional dan bisa ikut berkompetisi, yang salah satu syaratnya juga memiliki akademi. Klub bola yang memiliki akademi pemain muda tersebut misalnya Arema FC dan Persib Bandung.

Editor: Rony Sitanggang
 
 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".