Reklamasi Teluk Jakarta, KLHK Beri Sederet Catatan Bagi Pulau C dan D

"Di sini perlu air bersih. Kita lihat. Kita challange mereka nanti di KLHS "

Jumat, 24 Mar 2017 10:43 WIB

Ilustrasi: Bangunan ruko dan rumah di kawasan reklamasi pulau C dan D di pantai utara Jakarta, Rabu (4/5/2016). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) masih mencatat beberapa hal yang harus diperbaiki oleh PT Kapuk Naga Indah (KNI). Perusahaan pengembang iniĀ  memegang izin reklamasi Teluk Jakarta untuk pulau C dan D.

Dirjen Planologi KLHK San Afri Awang mengatakan masalah utama yang harus dijawab pengembang adalah soal sumber pasokan air bersih.

"Di sini perlu air bersih. Kita lihat. Kita challange mereka nanti di KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis). Dari mana kamu dapatnya? Relatif ya, laut itu biasanya batuan beku, bawahnya itu karang. Enggak akan ada cekungan air tanah. Lalu air bersihnya dari mana? Jakarta daratan sudah land subsidence. Air sudah susah. Kalau nanti yang disini ngambil dari daratan, impossible," jelas Awang di lokasi Pulau C, Jumat (24/3).

Selain itu, masalah mekanisme pembuangan limbah yang akan digunakan sampai hari ini juga belum dijelaskan. Meski begitu, bila dibandingkan dengan kunjungan tahun lalu, KLHK melihat ada beberapa perbaikan yang telah dilakukan oleh pengembang.

Kanal yang memisahkan pulau C dan D sudah dibangun. Meski, jaraknya dinilai belum cukup. Tahun lalu, KLHK memerintahkan agar kedua pulau itu dipisahkan sejauh 100 meter. Awang mengatakan harus ada penambahan jarak lagi sekitar 50 meter. Masalah kedalaman yang harusnya mencapai 8 meter, menurut Awang juga belum memenuhi syarat.

Catatan-catatan tersebut disampaikan kepada pengembang untuk diperbaiki. Nantinya, masalah seperti ketersediaan air bersih dan pengelolaan limbah akan dibahas pada saat sidang KLHS.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur