Biaya Haji 2017 Naik Tipis

Kenaikan disebabkan karena ada penambahan jumlah makan dan adanya kenaikan harga avtur (bahan bakar pesawat).

Kamis, 23 Mar 2017 21:24 WIB

Ilustrasi. Masjidil Haram. (Foto: kemenag.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - DPR dan Kementerian Agama menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini sebesar Rp34,89 juta.

Angka itu naik tipis sebesar Rp167 ribu dibanding BPIH tahun lalu.

Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher mengatakan kenaikan disebabkan karena ada penambahan jumlah makan dan adanya kenaikan harga avtur (bahan bakar pesawat).

"Panitia Kerja (Panja) BPIH Komisi VIII dan pemerintah menyepakati komponen direct cost rata-rata per jamaah sebesar Rp34.890.312," kata Ali di Gedung DPR, Kamis (23/3/2017).

Ali mengatakan dengan biaya sebesar itu jemaah haji Indonesia mendapat jatah makan 25 kali di Mekah dan 18 kali di Madinah. Sedangkan tahun lalu, jamaah haji mendapat jatah 24 kali makan di Mekah dan 18 kali di Madinah.

Angka yang disepakati itu di bawah angka yang diajukan Kementerian Agama pada Februari lalu. Pada rapat dengan Menteri Agama 14 Februari silam, Kementerian Agama mengajukan anggaran Rp35,7 juta untuk keberangkatan haji tahun ini. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar Rp 1,098 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

HNW Sarankan Masyarakat Gugat UU Pemilu ke MK

  • Diskusi Karya Enny Arrow di Semarang Dilarang Polda Jateng
  • Persiba Dukung Wasit Asing di Liga 1
  • Rafinha Berambisi Jadi Suksesor Lahm

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.