Menteri Basuki: Evaluasi Proyek Elevated Asian Games Diutamakan

Tahapan evaluasi Kementerian PUPR akan dimulai dari metode kerja yang digunakan kontraktor sampai design proyek

Selasa, 20 Feb 2018 21:47 WIB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono. Foto : Muji Lestari/KBR

KBR, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sempat mengkhawatirkan keputusan Presiden Joko Widodo untuk menghentikan sementara (moratorium) proyek infrastruktur layang (elevated). Sebab satu dari sekian proyek tersebut berada di Ibukota untuk kebutuhan Asian Games 2018, seperti proyek light rail transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome. Anis tidak ingin moratorium tersebut membuat tenggat penyelesaian proyek tersebut molor. Keputusan moratorium semua proyek jalan layang ini diambil pemerintah setelah insiden pier head tiang jalan tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) ambrol pada Selasa dinihari (20/1). 

Baca: Menteri Basuki Hentikan Seluruh Proyek Infrastruktur 

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan akan memprioritaskan proyek yang berkaitan dengan hajatan olahraga negara Asia. Tahapan evaluasi PUPR akan dimulai dari metode kerja yang digunakan kontraktor, standar prosedur operasional, sumber daya manusia, peralatan, sampai design proyek. 

"Mudah-mudahan tidak mendelay pelaksanaan jadwal kerja sampai penyelesaiannya. Nanti mulainya juga tidak harus sama-sama. Sekarang kita hentikan bersama. Kita evaluasi mana-mana. LRT di Palembang dan di sini akan kita utamakan dulu. Karena akan menjelang Asian Games, jadi itu akan duluan," ujar Basuki usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Selasa (20/2).

BacaTiang Pancang Tol Becakayu Ambruk, Ini Perintah Presiden 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Basudik Hadimuljono memperketat pengawasan dan mengevaluasi pembangunan infrastruktur. Evaluasi diperlukan mengingat banyaknya jumlah kecelakaan konstruksi yang terjadi beberapa waktu terakhir. Sejak dua tahun lalu ada 12 kali kecelakan pada proyek infrastruktur. 

"Pembangunan kita ini kan tidak hanya di satu tempat. Banyak sekali tempat. Ada yang flyover, LRT, jalan tol layang, sehingga perlu pengawasan rutin ketat. Kita harapkan dengan pengawasan seperti itu, baik kelalaian, kesalahan dalam mendirikan komponennya betul terawasi," kata Jokowi di Istana Negara.

Pembangunan infrastruktur, menurut Jokowi, bukan perkara sederhana. Ada banyak komponen yang harus diawasi secara rinci. Meskipun beberapa proyek dikebut untuk mengejar gelaran Asian Games bulan Agustus mendatang, Jokowi meminta pengawasan terhadap kualitasnya tetap diutamakan. 

Editor: Damar Fery Ardiyan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.