Kemenkes Akan Ulangi Imunisasi Dasar Anak di 10 Kabupaten di Papua

10 kabupaten/kota itu menjadi tahap awal program imunisasi, dan nantinya akan berlanjut ke kabupaten lainnya di Papua.

Kamis, 01 Feb 2018 21:41 WIB

Menteri Kesehatan Nila Moeloek ketia mengunjungi Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (25/1/2018). (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa)

KBR, Jakarta - Pemerintah berencana mengulang imunisasi dasar bagi anak-anak yang berada di 10 kabupaten di Papua. 

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, program pengulangan imunisasi dasar itu untuk menghindarkan anak dari wabah seperti campak, seperti yang kini terjadi di Kabupaten Asmat. 

Adapun 10 kabupaten kota tersebut, kata Nila, ditentukan melalui berbagai indikator seperti indeks kesehatan dan rasio imunisasi. 

"Memang kebetulan imunisasi campak dan rubella tahun ini yang akan dikerjakan dipercepat saja. Jadi tahun ini kita minta dipercepat untuk seluruh Papua. Dan tidak hanya rubella, kalau bisa diulang semua imunisasi wajibnya. Juga imunisasi lanjutan bisa kita berikan. Sudah dimulai sebenarnya kalau di Asmat. Di Asmat, kita sudah ORI," kata Nila di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Nila mengatakan, saat ini di Kabupaten Asmat telah dimulai Outbreak Response Imunization (ORI) campak dan rubella kepada 13.300 anak. Pemerintah juga tengah bersiap memberi anak-anak tersebut imunisasi ulang dasar lengkap lainnya. 

Selain itu, dalam waktu dekat program imunisasi akan merambah ke 10 kabupaten lainnya. 

Baca juga:

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Mohamad Subuh mengatakan, 10 kabupaten/kota itu menjadi tahap awal program imunisasi, dan nantinya akan berlanjut ke kabupaten lainnya di Papua. 

10 kabupaten tersebut yakni Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, Puncak, Puncak Jaya, Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya, dan Waropen. Daerah-daerah itu dipilih lantaran indeks kesehatan dan rasio imunisasi terendah di Papua, selain Asmat. 

Muhammad Subuh menambahkan pemerintah juga mempertimbangkan untuk menambah tenaga kesehatan dan ketersediaan logistik yang terbatas, secara bertahap. 

Adapun daerah lain yang juga memiliki rasio imunisasi di bawah 50 persen dan segera menyusul diimunisasi adalah Supiori, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Paniai dan Yalimo. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Kesalahan Mudah Viral, Jokowi Ingatkan Calon Hakim Jaga Integritas

  • Bangkai Paus Brutus Terdampar di Pulau Banyak
  • Buat Karikatur Najib Rajak, Seniman Malaysia Dipenjara
  • Lawan Chelsea, Messi Terlepas Dari Kutukan

Di Indonesia jumlah penduduknya adalah 250 juta penduduk dengan investor atau investasi di pasar modal adalah 1 juta orang saja yang berinvestasi.