Diduga Terima Fee 12 M Politikus Golkar jadi Tersangka Suap Proyek di Bakamla

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan dan menetapkan lagi seorang sebagai tersangka yaitu FA."

Kamis, 15 Feb 2018 10:59 WIB

Anggota DPR Fayakhun Andriadi usai menjalani pemeriksaan di KPK (10/10/17). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan status Fayakhun Andriadi, Anggota DPR   menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan satelit monitoring Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Fayakhun merupakan tersangka keenam dalam  kasus tersebut.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menyebutkan Fayakhun diduga menerima hadiah terkait proses pembahasan rencana kerja dan anggaran  2016 yang akan diberikan kepada Bakamla.

"Setelah melakukan proses pengumpulan informasi dan mencermati fakta persidangan, KPK membuka penyelidikan baru dalam kasus tersebut. KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan dan menetapkan lagi seorang sebagai tersangka yaitu FA. Anggota DPR RI periode 2014- 2019," ujar Alexander di Gedung KPK, Rabu (14/02).

Dalam kasus tersebut Fayakhun diduga menerima fee  Rp. 12 miliar dari total anggaran Bakamla sebesar  Rp. 1,2 Triliun. Uang diberikan   sebanyak 4 tahap  dari Fahmi Darmawansyah melalui Muhammad Adani Okta.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.