Vonis Spanduk Palu Arit, Warga Banyuwangi akan Bagikan Gratis 500 Kilo Buah Naga

"Kita tidak perlu ada tambang baik di Tumpang Pitu maupun di Banyuwangi,”

Senin, 22 Jan 2018 13:07 WIB

Aksi demo tolak tambang di Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jatim, Selasa (07/04/17). (Foto: KBR/Hermawan A.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyuwangi- Warga  Desa Sumberagung  Banyuwangi Jawa Timur, akan membagikan 5 kuintal buah naga secara gratis kepada masyarakat di depan Kantor Pengadilan Negeri Banyuwangi  Selasa Besok (23/1/2018). Menurut Kordinator aksi Zainal Arifin, pembagian  buah gratis  ini sebagai aksi solidaritas masyarakat di kawasan Gunung Tumpang Pitu  terhadap aktivis lingkungan Hari Budiawan yang tengah menghadapi vonis  dalam kasus dugaan pengibaran spanduk berlogo palu arit pada aksi unjuk rasa menolak tambang emas.

Selain itu, kata Zainal,  rencana pembagian buah naga juga ingin menunjukan kepada  masyarakat dan Pemerintah Banyuwangi, bahwa warga di sekitar Gunung Tumpang Pitu  bisa hidup tanpa tambang emas. Sebab lahan pertanian di kawasn tersebut sangat subur dan bisa ditanami berbagai jenis tanaman.

“Untuk menunjukan bahwa tanpa tambang kita bisa membagikan buah naga secara gratis. Kita itu makmur tanpa tambang, kita  sudah sejahtera dengan pertanian, perikanan, pariwisata. Kita tidak perlu ada tambang baik di Tumpang Pitu maupun  di Banyuwangi,” ujur Zainal Arifin,  Senin (23/01/2018).

Kata dia, warga Desa Sumberagung berharap  majelis hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi menjatuhkan putusan bebas terhadap Hari Budiawan. Sebab tuduhan komunisme itu tidak benar. Menurut Zainal, Hari Budiawan hanya berjuang menyelamatkan lingkungannya yang terancam rusak akibat pertambangan emas di Gunung Tumpang  Pitu.

Sebelumnya, terdakwa  dugaan kasus pengibaran spanduk berlogo palu arit Hari Budiawan dituntut 7 tahun  penjara. Dia dianggap menyebarkan ajaran komunisme/marxisme dan lenimisme atas munculnya coretan mirip palu arit di atas spanduk  saat unjuk rasa menolak  pertambangan emas yang digelar puluhan warga Kecamatan Pesanggaran  pada  4 April 2017 lalu. Sidang putusan dijadwalkan berlangsung besok, Selasa (23/01) pada pukul 09:00 WIB.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!