Program Anti-Terorisme Our Eyes, Ryamizard Gandeng Korsel

"Kerja sama di bidang lain, di intelijen, seperti terorisme. Karena tujuan kita sama. Indonesia tidak ada musuh. "

Rabu, 31 Jan 2018 13:46 WIB

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo (ketiga kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (31/1). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pemerintah mulai menjajaki kerja sama menghadapi terorisme dengan Korea Selatan. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu   sudah meminta Menteri Pertahanan Korsel Song Young-Moo agar negaranya bersedia menjadi pengamat untuk program antiterorisme antara negara-negara ASEAN bernama Our Eyes.

Menurut Ryamizard, Korea Selatan dengan teknologi pertahanan yang maju bisa membantu negara-negara ASEAN untuk menangkal paham radikal dan terorisme.

"Yang jelas tujuan utama peningkatan kerja sama dalam bidang apapun, termasuk kalau di Kementerian Pertahanan ya pertahanan termasuk alutsista. Kerja sama di bidang lain, di intelijen, seperti terorisme. Karena tujuan kita sama. Indonesia tidak ada musuh. Musuh utama ya teroris," kata Ryamizard di Istana Negara, Rabu (31/01/2018).

Ryamizard mengatakan, negara-negara maju seperti Korea Selatan bisa berpartisipasi dalam penanganan terorisme bersama negara berkembang, termasuk Asia Tenggara. Kata Ryamizard, dia telah menginisiasi program Our Eyes yang beranggotakan enam negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Program tersebut mirip dengan konsep “Five Eyes” Amerika Serikat dan sekutunya yang melibatkan unsur kerja sama pertahanan/militer dan jaringan intelijen secara terintegrasi. Dengan demikian, negara-negara peserta bisa saling bertukar informasi strategis yang dapat digunakan untuk meningkatkan operasi melawan terorisme.

Menteri Pertahanan Korsel Song Young-Moo mengatakan, Indonesia menjadi negara penting bagi Korea Selatan. Song berkata, negaranya juga siap bekerja sama dengan lebih erat di bidang pertahanan, diplomasi, dan industri pertahanan.

Ryamizard menambahkan, pekan ini dia juga akan berkunjung ke Australia untuk memintanya menjadi pengamat program Our Eyes, seperti Korea Selatan. Selain itu, dia akan meminta dukungan pula pada Jepang, Amerika Serikat, dan Rusia untuk hal serupa. Kata dia, dukungan negara-negara maju sangat penting untuk melawan terorisme, lantaran mereka telah memiliki teknologi dan peralatan yang jauh lebih canggih dibanding Indonesia dan negara-negara Asean lainnya.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wakapolri Tegaskan Tak Ada Pengamanan Khusus terkait Rencana Kembalinya Rizieq

  • JK Bantah Asian Games 2018 Kekurangan Dana
  • 5 Kecamatan di Karo Gelap Gulita Akibat Erupsi Sinabung
  • Netanyahu Kecam Pernyataan PM Polandia Soal Dalang Holocaust

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.