Pemidanaan LGBT, Ini Kata Komnas HAM

"Saya yakin Komnas HAM satu pandangan dengan DPR menolak keberadaan LGBT"

Selasa, 23 Jan 2018 12:43 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih mengkaji penambahan materi larangan perilaku hubungan sesama jenis atau LGBT dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Hal itu disampaikan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik usai bertemu Pemimpin DPR dan beberapa anggota Komisi III di Komplek Parlemen RI, Selasa (23/01/18).

Ahmad mengatakan, hasil kajian terkait pemidanaan LGBT akan disampaikan secara resmi kepada Panja RKUHP. Namun Ia belum bisa menyebutkan kapan kajian tersebut akan selesai.

"Tentu Komnas HAM lebih bagus melakukan kajian dengan mendengarkan masukan semua masukan masyarakat. Tapi harus diingat seperti yang disampaikan Ketua DPR, hak asasi manusia di Indonesia pasti sesuai dengan konstitusi merujuk mempertimbangkan moral bangsa, nilai-nilai agama dan budaya. Jadi itu kan satu dasar yang sudah menjadi pegangan kita semua," kata Ahmad di Komplek Parlemen RI, Selasa (23/01/18).

Baca: Pemidanaan LGBT, YLBHI: Tingkatkan Persekusi

Ahmad enggan menyampaikan bagaimana sikap Komnas HAM terkait pemidanaan LGBT dalam RKUHP yang berpotensi mencampuri urusan privat setiap orang. Ia berdalih, jika Komnas HAM mengeluarkan pernyataan di luar kapasitasnya justru menimbulkan distorsi.

"Kami dulu dipilih bertujuh ini oleh DPR di Komisi III dan disahkan di Paripurna dengan komitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara," ujar Ahmad.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengklaim Komnas HAM mendukung perluasan materi larangan perilaku hubungan sesama jenis atau LGBT dalam RKUHP. Ia mengatakan, perilaku LGBT berpotensi merusak moral anak bangsa.

"Saya yakin Komnas HAM satu pandangan dengan DPR menolak keberadaan LGBT dan bahkan Komnas HAM mendukung perluasan pemidanaan terhadap perilaku LGBT atau homoseksual dan lesbian. Tidak hanya hubungan tertutup tapi juga mempertontonkan kemesraan di depan publik antara sesama jenis bisa dipidana," ujar Bambang.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.