Kapal dengan 29 ABK Hilang di Perairan Sibolga

"Kabar penerjunan armada dan sarana yang lebih memadai untuk melakukan pencarian hingga ke Samudra Hindia juga belum diketahui,"

Jumat, 26 Jan 2018 11:46 WIB

Keluarga korban kapal hilang Mega Top melakukan doa bersama agar kapal dengan 29 ABK yang hilang sejak 3 Januari 2018 segera ditemukan. (Foto: KBR/Anugrah A.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Sibolga- Sebanyak 29 nelayan yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Mega Top III asal Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara hilang kontak sejak 3 Januari lalu.  Koordinator Pos SAR Sibolga, Adlin Buyung Nasution mengatakan,  pencarian masih dilakukan dengan menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Nakula milik Basarnas.

"Sampai dengan saat ini sedang mencari keberadaan kapal tersebut dengan unsur-unsur dan potensi terkait. Sesuai instruksi agar mereka melakukan pemantauan dan observasi, serta nyandar di pelabuhan Gunung Sitoli," kata Buyung Jumat (26/1).

Buyung mengungkapkan pencarian Kapal Mega Top III berkapasitas GT 34 dan bernomor lambung 359 PPJ milik UD Sinar Mas   tak  maksimal.

"Kapal mesin yang bisa digunakan cuma satu," ungkap dia.

Salah seorang keluarga korban dari ABK Kapal Mega Top III mengatakan, respon dari instansi yang menangani masih lambat.

"Kabar terbaru terkait kasus ini juga belum diterima. Termasuk kabar penerjunan armada dan sarana yang lebih memadai untuk melakukan pencarian hingga ke Samudra Hindia juga belum diketahui," ungkap salah satu keluarga korban.

Berdasarkan keterangan salah satu saksi mata, Rahmad Hidayat awak Kapal Pongpong,    Kapal Mega Top III raib titik terakhir berada di perairan Lahewa, Nias Utara, pada 2 Januari 2018 dan mengalami kerusakan radio. Sementara  Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan PPN Sibolga menyebutkan monitor terakhir kapal tersebut berada di luar Zona Tangkap Ekslusif (ZTE) Indonesia.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.