Gamawan Akui Adiknya Beli Lahan Pemenang E-KTP

"Karena dia yang tawarkan kepada kami karena dia perlu uang untuk beli peralatan, karena pemerintah tidak memberikan DP."

Selasa, 30 Jan 2018 08:40 WIB

Mantan Mendagri Gamawan Fauzi menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi pengadaan KTP elektronik dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/1). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Bekas Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membenarkan kalau adiknya, Azmin Aulia pernah membeli   lahan milik anggota Konsorsium pemenang proyek E-KTP Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos. Kata dia, saat itu adiknya menggandeng  Johnny G. Plate (kini Sekretaris Jenderal Partai Nasdem) untuk patungan membeli ruko di wilayah Jakarta Selatan tersebut.

Menurut dia, pembelian itu dilakukan untuk membantu PT Sandipala yang sedang  kesulitan keuangan karena konsorsium pemenang lelang proyek e-KTP tidak diberikan uang muka oleh Kementerian Dalam Negeri.

"Saya tanya eh kamu beli tanah dari Paulus Tanos, iya dengan Johnny G. Plate. Kenapa kamu beli tanah, karena dia yang tawarkan kepada kami karena dia perlu uang untuk beli peralatan, karena pemerintah tidak memberikan DP. Kita kebetulan tidak kasih DP 20 persen itu pak, jadi semua perusahaan harus cari uang. Nah dijuallah asetnya ditawarkan ke saya. Tapi kami beli dalam bentuk PT, jadi PT berdua dengan Johnny G. Plate pak 50-50, lalu keluarlah aktanya," ucapnya di dalam persidangan lanjutan Kasus Korupsi E-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/01).

Di  persidangan, bekas Gubernur Sumatera Barat itu mengaku siap dikonfrontir dengan siapapun untuk membuktikan kalau tidak ada sepeser uangpun dari proyek E-KTP yang ia terima.

Hal itu dia sampaikan kepada Majelis Hakim yang kembali menegaskan terkait dugaan penerimaan uang sebesar 4,5 juta Dolar AS. Kata dia, tidak ada bukti apapun soal dugaan tersebut.

"Saya dengan siapapun di republik ini dikonfrontasi saya siap karena saya bersih. Saya terserah hukum aja. saya apapun takut lah masuk neraka daripada urusan dunia ini‎," ucapnya.

Sebelumnya, dalam surat dakwaan Dua orang bekas anak buah Gamawan Fauzi, Irman dan Sugiharto, bekas gubernur Sumatera Barat itu disebut menerima 4,5 juta Dollar AS dan Rp50 juta, dari proyek KTP Elektronik.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.