Elektabilitas Jeblok, PAN Kritik Hasil Survei SMRC yang Tidak Netral

Hanafi Rais mengatakan banyak kesalahan data dan metode yang digunakan SMRC dalam melakukan survei. Hasil survei dinilai ditunggai kepentingan politik.

Rabu, 03 Jan 2018 09:31 WIB

Wakil Ketua Umum PAN Ahmad Hanafi Rais (kiri) dan sejumlah petinggi partai dalam acara pemaparan publik survei SMRC di Jakarta, Selasa (2/1/2017). (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo)

KBR,Jakarta - Wakil ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hanafi Rais mengkritik hasil jajak pendapat yang dilakukan Saiful Mujani Researceh and Consulting (SMRC) terbaru.

Rilis survei SMRC pada Selasa, 2 Januari 2018 menempatkan elektabilitas PAN di posisi bawah, baik dalam simulasi semi terbuka maupun terbuka. Publikasi survei dilakukan setahun menjelang Pemilu 2019.

Hanafi Rais mengatakan banyak kesalahan data dan metode yang digunakan SMRC dalam melakukan survei. Ia menuding lembaga survei yang banyak melakukan survei terhadap elektabilitas partai atau calon pemimpin ditunggangi unsur politik dan bisnis.

"Dalam paparan hasilnya, partai maupun capres, maupun hasil isu-isu yang lain bisa jauh berbeda dan timpang. Yang kelihatannya sangat tinggi sekali, tapi karena sudah sejak awal salah dalam cara metodologis, kemudian bisa mengaburkan informasi yang sebenarnya. Itu yang pertama. Kedua, memang secara objektif susah juga kita berharap lembaga survei itu obyektif atau netral. Saya kira tidak ada yang netral termasuk lembaga polling. Semua pasti punya keberpihakan, punya agenda masing-masing. Entah itu agenda politik atau agenda bisnis," ujar Hanafi di Kantor SRMC, Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Hanafi Rais menilai hasil lembaga survei manapun, termasuk SMRC, biasanya menampilkan data yang jauh berbeda dari data yang dimiliki partai tersebut. Hal ini, kata Hanafi, sering kali menggiring opini publik untuk membuat masyarakat memilih dengan sudut pandang yang tidak sesuai.

"Lembaga polling manapun seharusnya menampilkan hasil yang tidak berbeda jauh. Namun kenyataannya jarak jurang terlalu lebar, karena itu kami dari partai mengantisipasi hal itu sendiri. Karena tingkat akurasi tidak lagi jadi nomor satu, namun keluarlah hasil itu, bagaimana menyiasati agar dapat menggiring opini publik," kata Hanafi.

Baca juga:

Hanafi Rais mengatakan PAN memang partai yang sering menempati posisi bawah dalam berbagai survei, namun tidak serendah seperti yang tergambar dalam hasil survei SMRC. Kendati demikian ia mengatakan hal tersebut akan dijadikan masukan agar partainya lebih baik.

Pernyataan Hanafi itu disampaikan setelah mendengar pemaparan langsung Direktur Utama SMRC, Djayadi Hanan mengenai hasil survei SMRC yang dilakukan pada 7-13 Desember 2017. Survei dilakukan melibatkan 1.220 responden. Dengan metode multistage random sampling, survei itu memiliki margin of error (MoE) 3,1 persen.

Survei tersebut menunjukkan PDI Perjuangan memiliki elektabilitas tertinggi dibanding partai lain. Jika menggunakan simulasi pertanyaan semi terbuka, tingkat elektabilitas PDIP berada di angka 21,4 persen. 

Di susul empat besar lainnya yaitu Golkar (9,4 persen), Gerindra (6,8 persen), Demokrat (5,4 persen) dan PKB (4,0 persen). Di luar lima besar ada PKS (2,7 persen), PPP (2,0 persen), Nasdem (1,6 persen), Perindo dan PAN (masing-masing 1,4 persen), Hanura (0,4 persen), dan PKPI serta PBB (masing-masing 0,1 persen).

Sedangkan dalam survei terbuka, PDIP beradai di urutan teratas dengan elektabilitas 27,6 persen, Golkar (12,1 persen), Gerindra (8,9 persen), Demokrat (7,7 persen) dan PKB (6,3 persen). Di luar lima besar ada PKS (3,8 persen), PPP (3,3 persen), Nasdem (2,9 persen), Perindo (2,6 persen), PAN (2,0 persen), Hanura (1,1 persen), dan urutan terbawah adalah PBB (0,3 persen), serta PSI, PKPI dan Partai Idaman masing-masing 0,1 persen.

Elektabilitas PAN berdasarkan hasil survei SMRC kali ini lebih rendah dibanding survei SMRC yang digelar 3-10 September 2017 lalu dan dipublikasikan Oktober 2017. Saat itu elektabilitas PAN masuk 10 besar, mencapai 3,6 persen. Sedangkan lima besar survei SMRC Oktober 2017 ditempati PDIP (27,1 persen), Golkar (11,4 persen), Gerindra (10,2 persen), Demokrat (6,9 persen) dan PKB (5,5 persen). 

Menanggapi kritik dari Hanafi Rais, Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan mengatakan survei yang mereka lakukan sudah sesuai prosedur dan penghitungan yang pas. Meski begitu, ia mengakui terdapat margin of error atau tingkat kemungkinan kesalahan sebesar 3,1 persen, yang bisa membuat survei mereka dengan survei lembaga lain berbeda hasilnya.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Kuasa Hukum: Kepulangan Novel Harus Jadi Momentum Tuntaskan Kasus

  • Aksi Kamisan Tolak UU MD3
  • Majikan Adelina Didakwa Pasal Penghilangan Nyawa Orang Lain
  • Dua Desa Diterjang Lahar Dingin Sinabung

Garut adalah salah satu daerah sentra produksi jeruk di Jawa Barat. Jeruk Garut telah ditetapkan sebagai Jeruk Varietas Unggul Nasional dengan nama Jeruk Keprok Garut.