Edy Rahmayadi: Itu Bukan Politik Uang, Tapi Saweran Budaya Adat

"Kegiatan di Sumatera Utara itu bisa dibilang adat. Setiap ada kegiatan di situ, ada yang menyanyi. Ada apa, pasti ada saweran. Itu sudah merupakan budaya."

Jumat, 05 Jan 2018 18:45 WIB

Bakal calon gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat deklarasi pasangan calon di kantor DPP PKS Jakarta, Kamis (4/1/2018). (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

KBR, Jakarta - Bakal calon gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi membantah melakukan politik uang dengan cara membagi-bagikan uang pecahan Rp50 ribu ke sejumlah anak di sebuah gereja, menjelang Natal 2017 lalu. 

Video yang memperlihatkan Edy membagi-bagikan uang itu viral di media sosial.

Edy Rahmayadi mengatakan bagi-bagi uang kepada anak-anak di sebuah gereja waktu itu bukan dalam konteks mencari dukungan suara untuk menjadi gubernur Sumatera Utara. Edy mengklaim itu adalah kegiatan untuk bantuan sosial biasa.

"Kegiatan di Sumatera Utara itu bisa dibilang adat. Setiap ada kegiatan di situ, ada yang menyanyi. Ada apa, pasti ada saweran. Itu sudah merupakan budaya. Terus kalau saya lihat gambarnya itu, ada kegiatan Natalan di gereja, yang kondisi gerejanya orang-orang fakir. Kita membantu anak-anak kecil dan itu kan belum ada ketentuan pilkada," kata Edy di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Baca juga:

Edy mengklaim ia bersih dan tidak akan melakukan perbuatan curang untuk mendapatkan jabatan kepala daerah Sumatera Utara. 

"Pasti, saya tidak akan melakukan perbuatan yang curang, tidak fair. Buktikan saja," kata perwira TNI berpangkat letnan jenderal yang baru saja mengundurkan diri itu.

Mengenai persaingan dengan Djarot Saiful Hidayat di Pilkada Sumatera Utara 2018 nanti, Edy percaya diri bakal menang. Saat ini, Edy mendapat dukungan dari Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sosial. Edy juga dikabarkan akan mendapat dukungan dari Partai Golkar. Sementara Djarot diusung PDI Perjuangan.

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu mengklaim berani adu 'bersih' dengan Djarot. 

"Kalau pak Djarot bersih, saya bersih. Tinggal rakyat Sumatera Utara, milih Pak Djarot atau milih saya," tandasnya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

Alasan Panitia MocoSik Festival 2018 Larang Penjualan Buku Komunis

  • Kembangkan Aplikasi Street View, Google Diminta Jaga Hak Privasi Warga
  • Kembangkan Google Street View, Warga yang Keberatan Bisa Mengadu
  • DPRD Banyumas Bakal Panggil Pelbagai Pihak terkait Kasus Pemukulan Guru ke Siswa

Diabetes kerap menjadi masalah yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit yang satu ini berkaitan erat dengan pola gaya hidup sehat, mulai dari makanan hingga aktivitas fisik.