Dinkes: Cakupan Imunisasi Campak di Asmat Hanya 17 Persen, Banyak Petugas Medis Absen

Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyebut cakupan kegiatan imunisasi campak sepanjang 2017 di Kabupaten Asmat rendah, hanya 17,3 persen.

Selasa, 16 Jan 2018 20:09 WIB

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Timika - Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyebut cakupan kegiatan imunisasi campak sepanjang 2017 di Kabupaten Asmat rendah, hanya 17,3 persen. 

Data itu pun hanya diperoleh Dinas Kesehatan Papua sepanjang Januari-Juni 2017. Sementara pelaporan Juli-Desember 2017 tidak ada laporan sama sekali dari kabupaten ke Dinas Kesehatan Provinsi.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Aloysius Giyai mengatakan imunisasi campak di Kabupaten Asmat pernah mengalami angka tertinggi yakni 110 persen pada 2014. Namun, pada pada 2015 angkanya menurun drastis tinggal 48,8 persen. Sementara pada 2016, cakupan imunisasi campak sempat meningkat mencapai 62,6 persen. 

Aloysius Giyai mengatakan angka cakupan booster (imunisasi ulang) campak di Kabupaten Asmat sepanjang 2017 hanya mencapai 8,2 persen. Ia mengatakan banyaknya petugas medis yang meninggalkan tempat tugas menjadi salah satu penyebab minimnya imunisasi kepada balita dan anak di Asmat.

"Honor banyak yang di Puskesmas, yang pegawai negeri tidak ada. Maka mereka hanya fokus melayani di Puskesmas dan tidak melakukan pelayanan kesehatan masyarakat. Kalau pengobatan namanya pelayanan kesehatan perorangan. Kalau kita melakukan imunisasi, penimbangan, pemberian vitamin, pemerisaan, itu namanya pelayanan kesehatan masyarakat, harus kita keluar minimal satu kali sebulan," kat Aloysius Giyai di Timika, Selasa (16/1/2018). 

Wabah campak menyerang anak dan balita usia 0 hingga 16 tahun di Kabupaten Asmat. Wabah ini merata di 23 distrik, sejak September 2017 hingga Januari 2018. Akibat wabah ini, 59 anak dan balita meninggal dunia. 

Saat ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Agats tersisa 14 pasien anak yang terserang campak 11 anak dan tiga lainnya gizi buruk.

Tim dokter di rumah sakit tersebut telah memberikan imunisasi campak kepada 3.831 anak dan balita yang tersebar di 34 kampung di tujuh distrik. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.