BPBD Bondowoso Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

Keputusan diambil setelah BPBD Bondowoso berkoordinasi dengan BMKG dan, melihat potensi bencana mengingat intensitas hujan yang diperkirakan masih tinggi.

Minggu, 07 Jan 2018 19:09 WIB

Ilustrasi: Petugas BPBD Bondowoso memasang rambu–rambu peringatan longsor di sepanjang jalan menuju Kawasan Wisata Alam Kawah Ijen. (Foto KBR/Friska Kalia)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bondowoso – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, memperpanjang status siaga darurat banjir, longsor dan angin puting beliung hingga 29 Februari 2018 mendatang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Bencana BPBD Bondowoso, Winarto mengatakan, keputusan diambil setelah berkoordinasi dengan BMKG dan, melihat potensi bencana mengingat intensitas hujan yang diperkirakan masih tinggi.

"Kami sudah memperpanjang masa siaga darurat banjir longsor dan puting beliung dari awalnya 17 November sampai 31 Desember, kami proses perpanjangan sampai 29 Februari. Sudah kami sampaikan ke seluruh camat dan perangkat desa, menyampaikan situasi bahwa intensitas hujan masih akan tinggi," kata Winarto saat dihubungi KBR, Minggu (7/1).

Winarto juga tak henti meminta warga untuk sadar akan potensi bencana sepanjang musim hujan ini. BPBD mencatat, sedikitnya ada 4 kecamatan yang paling rawan longsor antara lain Kecamatan Maesan, Binakal, Klabang dan Kecamatan Ijen.

"Kami sudah berkali – kali sampaikan kepada masyarakat dan beberapa desa yang sudah tanggap bencana untuk peka membaca tanda alam demi meminimalisir adanya korban jiwa saat bencana terjadi."

Baca juga:

Bondowoso, menjadi salah satu kabupaten yang rawan diterpa pelbagai bencana. Utamanya banjir, longsor dan puting beliung. Ini mengingat topografi Bondowoso yang terletak di lereng pegunungan berbukit.


Dampak Banjir

Salah satu dampak tingginya intensitas hujan sejak Minggu (7/1) pagi, adalah banjir lumpur yang menerjang areal kebun stroberi di kawasan wisata agropolitan Kecamatan Ijen.

Seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi wisata, Niken menuturkan, terjangan banjir disertai tanah tersebut berawal dari hujan deras yang terjadi sejak pukul 10.00 WIB.

"Iya airnya dari atas bukit bercampur tanah, tadi sempat ada warga yang terendam lumpur tapi sudah bisa diselamatkan. Ini air juga meluap dan menimpa rumah warga dan merusak kamar mandi umum dan pemukiman tempat pekerja," tutur Niken kepada KBR.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Bencana (BPBD) Bondowoso, Winarto membenarkan adanya banjir di areal wisata kebun stroberi milik PTPN IX Kalisat Jampit tersebut. BPBD telah menerjunkan tim reaksi cepat untuk membersihkan sejumlah ruas jalan yang tertutup kayu dan lumpur. Selain itu tim BPBD juga melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang juga dilaporkan terdampak banjir, seperti Desa Blawan dan Plalangan.

"Kami sudah terjunkan tim sebagai langkah reaksi cepat. Selain untuk membersihkan ruas jalan agar lancar juga untuk memantau wilayah yang terdampak banjir di Blawan dan Plalangan," tambah Winarto.

Baca juga:

Informasi yang berhasil dihimpun KBR menyebut, sekitar 1,5 hektar kebun stroberi milik PTPN XI Kalisat Jampit tertutup material banjir disertai lumpur. Hingga kini belum diketahui jumlah kerugian akibat bencana tersebut.

Sementara tim reaksi cepat BPBD memastikan, untuk sementara belum tercatat ada korban jiwa akibat bencana ini.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.