BMKG: Terjadi 27 Kali Gempa Susulan Pascagempa Lebak Banten

Lokasi pusat gempa hanya berjarak 43 kilometer arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Banten.

Selasa, 23 Jan 2018 15:36 WIB

Gempa Lebak, Banten, Selasa (23/1/2018). (Foto: USGS/Publik Domain)

KBR, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi dua kali gempa susulan, setelah gempa pertama mengguncang kawasan Lebak, Banten, pada Senin (23/1/2018) siang.

BMKG mencatat gempa pertama terjadi pukul 13.34:50 WIB dengan pusat gempa berada di perairan 80 kilometer sebelah barat daya Lebak Banten, di kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. 

Lokasi pusat gempa hanya berjarak 43 kilometer arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Banten.

Juru bicara BMKG Hari Jatmiko mengatakan gempa terebut terasa cukup kuat di Jakarta, Tangerang SElatan dan Bogor (pada skala IV hingga V MMI) serta di Bandung dan Lampung (skala II hingga III MMI). 

Dari pantauan BMKG, disekitar pusat gempa pertama juga terjadi dua kali gempa susulan. 

"Yang perlu diketahui masyarakat, BMKG saat ini mendetekasi ada dua gempa susulan dengan magnitudo menurun atau melemah menjadi 4.0 dan 4.1 SR dengan kedalaman berkisar 15 - 16 kilometer di bawah permukaan laut," kata Hari Jatmiko kepada KBR, Selasa (23/1/2018) sore.

Gempa yang terjadi pada Senin (23/1/2018) siang, oleh BMKG dikategorikan sebagai gempa berkekuatan menengah dan termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman dangkal. Gempa itu terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke arah bawah Lempeng Eurasia.

Saat ini BMKG menyatakan masih melakukan pendataan terkait skala kerusakan akibat gempa tersebut.

Catatan redaksi: Saat berita ini kami perbarui pada pukul 19.45 WIB, sudah terjadi 27 kali gempa susulan di sekitar pusat gempa Lebak, Banten.

Editor: Agus Luqman

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.