Banyuwangi Siapkan 55 Ribu Hektare Lahan Sawah Abadi

Pemerintah daerah akan memasang papan nama di lahan sawah abadi tersebut, agar masyarakat mengetahui bahwa lahan itu merupakan lahan yang tidak boleh dialih fungsikan.

Rabu, 17 Jan 2018 16:48 WIB

Warga memanen padi di Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (8/1/2018). (Foto: ANTARA/Budi Candra Setya)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menyiapkan 55 ribu hektare lahan untuk dijadikan sawah abadi pada tahun 2018.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi Arif Setiawan mengatakan 55 ribu hektare tersebut ada di 25 kecamatan. Lahan- lahan itu disiapkan khusus untuk lahan pertanian padi, dan tidak boleh dialihfungsikan menjadi lahan pertanian lain.

Rencana membuat lahan abadi itu dimaksudkan untuk mengantisipasi lahan-lahan pertanian produktif di Banyuwangi yang hilang karena alihfungsi untuk pembangunan perumahan atau sektor industri. 

"Lahan yang akan kita tetapkan itu 55 ribu hektare. Lahan itu sudah kita kolaborasikan dengan Perda, RPPRK, RPPRW yang ada di Dinas PU Cipta Karya dan Tataruang. Jadi disinergikan dengan mereka, termasuk disinergikan dengan Badan Pertanahan Nasional BPN," kata Arif Setiawan di Banyuwangi, Rabu (17/1/2018).

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arif Setiawan menambahkan pemerintah daerah akan memasang papan nama terhadap lahan persawahan abadi yang sudah disipan tersebut. Pemasangan papan nama itu dimaksudkan agar masyarakat mengetahui bahwa lahan itu merupakan lahan sawah abadi yang tidak boleh dialih fungsikan.

Namun Arif mengatakan pembuatan lahan sawah abadi tetap memerlukan komitmen dari masyarakat Banyuwangi. Kata Arif, warga harus bersedia menjaga lahan abadi itu agar tidak beralih fungsi, meski ditawar dengan harga tinggi.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.