2 Kali Kena Sanksi, AMM Desak Arief Hidayat Mundur sebagai Ketua MK

"Kita harus jaga ini anak kandung dari reformasi, harus dijaga marwahnya, harus dijaga kewibawaannya,"

Jumat, 26 Jan 2018 12:41 WIB

Ketua MK Arief Hidayat. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) mendesak Arief Hidayat mundur dari jabatannya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi dan hakim konstitusi. AMM terdiri dari tiga organisasi yakni Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah. 

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Virgo Sulianto Gohardi berpendapat, Arief telah melakukan pelanggaran etika yang masuk kategori berat. Itu sebab, Arief pantas mundur karena telah mencederai integritas dan martabat kelembagaan Mahkamah Konstitusi.

"Dengan hormat kami meminta kepada saudara Arief Hidayat dari kesadarannya dan bentuk tanggung jawabnya sebagai warga negara yang juga punya kepedulian untuk menyelamatkan marwah MK, untuk mundur atau mengundurkan diri dari jabatan ketua dan hakim konstitusi di MK. Jadi itulah bentuk sayang kita, bentuk perhatian kita terhadap MK. Kita harus jaga ini anak kandung dari reformasi, harus dijaga marwahnya, harus dijaga kewibawaannya," kata Virgo di Mahkamah Konstitusi, Jumat (26/1/2018).

Arief Hidayat tercatat dua kali melanggar kode etik hakim. Pelanggaran pertama dilakukan saat Arief memberikan nota permohonan atau katebelece kepada Jaksa Agung Muda Pengawasan Widyo Pramono. Ia meminta Widyo memberi perlakukan khusus kepada keluarganya seorang jaksa yang bertugas di Trenggalek, Jawa Timur pada 2015. Dewan Etik MK yang dipimpin Abdul Muktie Fadjar, menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran lisan

Pelanggaran kedua dilakukan Arief karena terbukti menghadiri pertemuan dengan sejumlah anggota DPR di MidPlaza. Dalam pertemuan itu, Arief diduga melobi dewan agar bisa maju sebagai calon tunggal hakim konstitusi. Dewan Etik MK yang dipimpin Salahuddin Wahid hanya menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran lisan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.