Lima Tahun Lagi Kalimantan Jadi Tujuan Investasi, Ini Persiapan Pemerintah

Pemerintah sedang menyiapkan sumber daya manusia dari Kalimantan melalui pembangunan perguruan tinggi Institut Teknologi Kalimantan (ITK), di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Rabu, 11 Jan 2017 15:12 WIB

Pekerja tambang sedang berdiri di dekat barisan dump truk angkutan tambang di Kalimantan. (Foto: bppmd.kaltimprov.go.id)


KBR, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas memperkirakan dalam jangka waktu lima hingga 10 tahun lagi Pulau Kalimantan bakal menjadi tujuan investasi.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Arifin Rudiyanto mengatakan Kalimantan memiliki banyak sumber daya alam dan energi.

"Kalimantan itu lima atau 10 tahun lagi akan jadi tujuan investasi, karena investor akan mengarah ke wilayah dimana sumber daya alam tersedia dan energinya cukup. Nah Kalimantan itu, lima atau 10 tahun lagi energinya cukup, sumber dayanya masih banyak. Tapi yang kita hindari adalah nanti tenaga kerja sumber daya manusia kelas tinggi lagi yang datang dari luar Kalimantan," kata Arifin Rudiyanto di Kantor Bappenas Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Baca juga:


Arfianto mengatakan saat ini pemerintah sedang menyiapkan sumber daya manusia dari Kalimantan melalui pembangunan perguruan tinggi Institut Teknologi Kalimantan (ITK), di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pembangunan ITK itu, kata Rudi, untuk menyiapkan inovator-inovator lokal.

"Ini semua memerlukan adanya dukungan kebijakan dari Pemda sehingga investasi lebih mudah lagi, dukungan anggaran, stabilitas politik, sosial dan keamanan," pungkas Rudi.

Pada awal 2016, Badan Koordinasi Pelayanan Modal (BPKM) menyatakan empat provinsi di Kalimantan masuk dalam 10 besar peringkat lokasi investasi di Indonesia. Empat provinsi itu adalah Kalimantan Timur dengan nilai investasi sebesar 1,3 miliar dolar AS, Kalimantan Barat sebesar 1,2 miliar dolar AS, Kalimantan Selatan sebesar 961 juta dolar AS serta Kalimantan Tengah dengan nilai investasi 933 juta dolar AS.

Sektor yang menjadi sasaran investasi di antaranya sektor pertambangan, tanaman pangan dan perkebunan, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, -perumahan, kawasan industri serta perkantoran.

Selain Kalimantan, wilayah lain yang masuk 10 besar incaran investasi adalah Sumatera Barat dan Sulawesi Tengah.

Pada 2015, proporsi investasi di luar Jawa mencapai 45,6 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi tahun sebelumnya sebesar 43 persen. Sedangkan pada 2016, proporsi realisasi investasi luar Jawa ditargetkan mencapai 49 persen.

Dalam laporan terakhir, BKPM menyebutkan capaian penciptaan lapangan kerja melalui realisasi investasi tahun ini telah menyerap 1,25 juta tenaga kerja baik melalui Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pemerintah Joko Widodo menargetkan bisa menciptakan dua juta lapangan kerja per tahun.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi