Pintu tol Solo-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur. (Foto: ngawikab.go.id)


KBR, Trenggalek - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menilai lambannnya perkembangan kawasan pesisir selatan Jawa Timur diakibatkan lemahnya interkoneksi jalur transportasi. Hal ini berdampak pada tersendatnya distribusi barang.

Rini Soemarno mengatakan dilihat dari sisi potensi, kawasan pesisir selatan di Jawa Timur memiliki sejumlah nilai lebih dibanding daerah lain. Mulai dari hasil laut, hasil bumi, pariwisata hingga perkebunan. Namun hal itu tidak didukung kelancaran distribusi barang.

Untuk mendorong pengembangan pesisir selatan, Kementerian BUMN akan melakukan sejumlah langkah strategis termasuk pembangunan fasilitas transportasi, mulai dari darat, laut maupun udara.

Salah satu proyeksi yang diprediksi bisa segera direlisasikan adalah penambahan jalan tol. Sebelumnya sedang dibangun jalan tol Solo-Kertosono (Soker) sepanjang 177 kilometer. Saat ini akan ditambah lagi dengan ruas tol Kertosono-Kediri dan Kediri-Tulungagung.

"Ada tim nanti untuk (mengkaji) bagaimana membangun konektivitas di selatan ini. Sehingga orang yang datang ke sini lebih mudah dan juga distribusi barang yang dihasilkan dari tempat ini dapat dikirimkan dengan cepat. Bandara sedang dibicarakan, apakah nanti akan di bangun di Kediri atau Tulungagung, tapi yang paling utama adalah penambahan jalan," kata Rini Soemarno di Trenggalek, Rabu (11/1/2017).

Baca juga:


Untuk mendukung percepatan tersebut Rini Soemarno berencana membentuk tim khusus bersama sejumlah kepala daerah di pesisir selatan Jawa Timur untuk merumuskan program pengembangan transportasi. Ia menargetkan perumusan program bisa selesai satu bulan ke depan.

Saat ini sejumlah proyek nasional mulai dibangun di kawasan pesisir selatan Jawa Timur. Diantaranya pembangunan Bendungan Tugu Trenggalek, Jalur Pantai Selatan (Pansela), Anjungan Cerdas Indonesia (ACI).

Rencananya beberapa proyek lain juga akan dilaksanakan, yakni pembangunan bandara perintis serta pembangunan pelabuhan barang.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!