Petugas liturgi keluar dari rumah ibadah seusai ibadah Hari Raya Natal di Gereja Katolik Hati Kudus, Banda Aceh, Rabu (25/12/2013). Foto: Antara

KBR, Jakarta– Jemaat Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi GKPPD Siompin, Aceh Singkil dipastikan dapat merayakan hari Natal di gerejanya yang sebelumnya sempat dibongkar. Pendeta GKPPD, Paima Berutu mengatakan, mereka mendapatkan izin dari kepolisian setempat untuk menggunakan gereja. Kepolisian juga sudah menjanjikan pengamanan selama perayaan Natal. Dia berharap, tidak ada gangguan apapun selama rangkaian perayaan Natal.

“Kami sampai semalem memusyawarahkan bahwa kami akan mengadakan kegiatan acara natal di gereja yang sebelumnya dibongkar. (Pengamanannya gimana pak?) Pengamanannya sesuai dengan hasil rapat kami dengan kapolres Aceh Singkil kemarin, dia menjanjikan bahwa keamanan Kabupaten Aceh Singkil dijamin dengan kondusif karena diberikan pengaman berlapis dan lengkap,” ujarnya kepada KBR di Program KBR Pagi, Kamis (24/12/2015).

Pada Oktober lalu, Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi di Aceh Singkil dibongkar pemerintah daerah karena dianggap dibangun tanpa izin. Sementara dua bulan sebelumnya, gereja dari GKPPD di Madumpang Aceh Singkil dibakar sekelompok orang. 

Pemerintah memperketat pengamanan untuk perayaan Natal dan tahun baru. Status keamanan siaga satu ditingkatkan tidak hanya berlaku untuk Jakarta, tetapi juga daerah lain. Apalagi, polisi mengendus rencana teror dari kelompok teroris untuk mengacau keamanan di akhir tahun.  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!