Selamatkan Terumbu Karang, Nelayan Bangsring Banyuwangi Jadi Warga Kehormatan Amerika

Ikhwan Arif mengatakan penghargaan itu merupakan hasil kerja keras para nelayan di Desa Bangsring Banyuwangi, yang berhasil memulihkan kembali terumbu karang yang rusak akibat pengeboman ikan.

Rabu, 01 Nov 2017 09:07 WIB

Tempat wisata Rumah Apung Bangsring di Banyuwangi Jawa Timur. (Foto: banyuwangikab.go.id/Public Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyuwangi - Seorang nelayan dan aktivis lingkungan asal Desa Bangsring Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Ikhwan Arif menerima penghargaan sebagai warga kehormatan Kota Pensacola, negara bagian Florida, Amerika Serikat.

Ikhwan Arif mengatakan penghargaan itu merupakan hasil kerja keras para nelayan di Desa Bangsring Banyuwangi, yang berhasil memulihkan kembali terumbu karang yang rusak akibat pengeboman ikan.

"Penghargaan ini diberikan atas beberapa upaya dan perjuangan dari teman-teman semua terhadap upaya perbaikan lingkungan. Penghargaan ini kami terima bersama teman teman IVLP yang juga memiliki konsen pada kegiatan perekonomian yang berbasis maritim," kata Ikhwan Arif melalui sambungan telepon, Rabu (1/11/2017).

Pensacola merupakan salah satu kota di Amerika Serikat yang dilibatkan dalam program pertukaran International Visitor Leadership Program (IVLP), yang dikunjungi perwakilan dari berbagai negara. 

IVLP merupakan sebuah program pertukaran profesional yang digagas Kementerian Pendidikan dan Budaya Amerika Serikat. Setiap tahun hampir 5000 orang datang ke Amerika mengikuti program pertukaran tersebut. 

Ikhwan Arif, merupakan  salah satu dari enam warga negara Indonesia (WNI) yang menerima program IVLP. Nominator peserta program IVLP, termasuk Ikhwan Arif---yang mewakili para nelayan dan aktivis lingkungan di Desa Bangsring ---dipilih oleh Kedutaan Besar AS di berbagai negara. Kedubes AS di Indonesia sejak beberapa tahun lalu sudah terlibat dalam konservasi terumbu karang di kawasan Bangsring Banyuwangi. 

Sejak 2008, Ikhwan Arif bersama teman-temannya dari Kelompok Nelayan Samudera Bakti (KNSB) mengkampanyekan penangkapan ikan yang lebih ramah lingkungan, tidak lagi menggunakan bom ikan. Ikhwan mempopulerkan penangkapan ikan menggunakan jala yang dibentangkan dengan menyelam di air, serta memanfaatkan arus laut untuk menggiring ikan ke jaring.

Ikhwan dan KNSB juga melakukan konservasi terumbu karang, dan membuka kawasan wisata Basring Underwater. Di kawasan ini nelayan dilarang melakukan aktivitas penangkapan ikan baik dengan cara menjaring maupun memancing. Secara perlahan, kawasan terumbu karang yang semula tersisa 1,5 hektar mulai meluas menjadi 15 hektar.

Hingga kemudian, pada Agustus lalu, Ikhwan Arif dan KNSB menerima penghargaan Kalpataru dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) pada acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup di Jakarta, 2 Agustus 2017.

Ikhwan Arif mengatakan penghargaan sebagai warga kehormatan itu diserahkan oleh Dewan Kota Pensacola, Don Kraher mewakili Wali Kota Panascola atas upayanya menjadi pelopor penyelamat lingkungan di wilayah pesisir pantai Selat Bali.

Selain Ikhwan Arif, penerima penghargaan IVLP bidang ekonomi kelautan dan pelindungan lingkungan hidup dari Indonesia adalah I Made Darma (Nusa Tenggara Barat), Suparman Husain (Makasar Sulawesi Selatan dan Sri Wahyuni Maria (Talaud Sulawesi Utara)

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.