Skandal Politik Korsel, Jaksa Geledah Kantor Pusat Samsung Electronics

Samsung Electronics diduga menyalurkan uang sebesar Rp40 miliar lebih ke perusahaan Choi guna mendanai latihan ketangkasan berkuda anak Choi di Jerman.

Selasa, 08 Nov 2016 08:15 WIB

Ilustrasi. (Foto: Insider Monkey/Creative Commons)

KBR - Kantor Kejaksaan Korea Selatan menyerbu dan menggeledah kantor pusat perusahaan Samsung Electronics di Seoul pada pagi hari ini, menyusul skandal penyalahgunaan wewenang yang dilakukan orang dekat Presiden Korea Selatan Park Geun-hye.

Kantor berita Reuters memberitakan jaksa penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti dugaan skandal politik yang melibatkan teman Presiden, yaitu Choi Soon-sil.

Sebagai orang dekat Presiden, Choi diduga terlibat menyalahgunakan keberadaannya dan menjual pengaruh Park untuk mempermudah kegiatan pribadi di dunia olahraga dan kemasyarakatan. Choi juga diduda campur tangan dalam urusan pemerintahan. Karena menjual pengaruh itu, Choi bisa mengumpulkan dana hingga Rp800 miliar lebih dari para konglomerat. Diduga salah satunya perusahaan Samsung.

Sementara itu kantor berita Korea Selatan, Yonhap menyebutkan jaksa menyelidiki dugaan perusahaan Samsung terlibat bantan keuangan secara tidak sah kepada anak perempuan Choi Soon-sil.

Samsung Electronics diduga menyalurkan uang sebesar Rp40 miliar lebih ke perusahaan Choi guna mendanai latihan ketangkasan berkuda anak Choi di Jerman. Penggeledahan itu dilakukan jaksa untuk mengamankan data-data keterlibatan atau hubungan perusahaan Samsung dengan Federasi Equestrian Korea.

Federasi tersebut juga diduga mengubah peraturan untuk memberi kemudahan bagi anak Choi sebagai anggota federasi. Apalagi, salah seorang petinggi Samsung saat ini, Park Sang-jin, juga menjabat Ketua Federasi Equestrian Korea.

Namun belum ada komentar dari Samsung Electronics atas penggeledahan itu.

Selain kantor pusat Samsung, Kejaksaan Korsel juga dikaarkan sudah menggeledah kantor Federasi Equestrian Korea serta Asosiasi Berkuda Korea. Dua organisasi itu juga belum memberikan komentar.

Baca: Presiden Korsel Dibelit Skandal, Perdana Menteri yang Dicopot  

Presiden Park Geun-hye dijadwalkan mendatangi gedung Parlemen pada hari ini untuk membahas upaya mengatasi krisis politik saat ini.

Saat ini skandal politik tersebut mengguncang pemerintahan Presiden Park Geun-hye. Meski Presiden Park sudah meminta maaf secara terbuka, namun skandal itu telah membuat popularitasnya terus melorot.

Survei lembaga Gallup pada pekan lalu menyebutkan tingkat keterpilihan Presiden Park turun terendah hingga hanya lima persen, atau terendah sejak 1988.

Sejauh ini belum pernah ada presiden di Korea Selatan yang berhenti dari jabatannya di tengah jalan. Namun, Presiden Park saat ini terus mendapat tekanan dari publik dan kelompok oposisi untuk mengundurkan diri dari kursi presiden. (Reuters/Yonhap/Straits Times)
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.