Merugi, Malaysia Airlines Bakal Sewakan Airbus Superjumbo

Langkah itu diambil untuk memangkas kerugian keuangan dan mengatasi minimnya minat pada penggunaan pesawat jet superjumbo.

Kamis, 20 Okt 2016 10:53 WIB

Pesawat Airbus A380 superjumbo maskapai Malasia Airlines di Bandara Heathrow Londo Inggris. (Foto: u07ch/Flickr/Creative Commons)

KBR - Maskapai penerbangan Malaysia Airlines berencana menyewakan armada Airbus A380 superjumbo miliknya untuk mengangkut jemaah haji dan umrah.

Langkah itu diambil untuk memangkas kerugian keuangan dan mengatasi minimnya minat pada penggunaan pesawat jet superjumbo.

Krisis keuangan dirasakan semenjak maskapai ini menghadapi musibah pada 2014 lalu yaitu hilangnya pesawat MH370 serta jatuhnya pesawat MH17 di Ukraina. Maskapai itu mengurangi sepertiga dari total 18 ribu karyawan.

Malaysia Airlines saat ini memiliki enam pesawat berukuran superjumbo, dengan dua deck (lantai) dan daya angkut mencapai 550 penumpang.

Namun ternyata pesawat itu tidak ekonomis pada saat perusahaan itu sedang memangkas anggaran sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan. Sedangkan, keinginan Malaysia Airlines menjual pesawat superjumbo itu ditunda sampai 2018.

CEO Malaysia Airlines Peter Bellew menggambarkan rencananya mengenai persewaan dengan sistem wet lease. Dalam istilah yang dipakai otoritas penerbangan Amerika Serikat FAA, wet lease adalah sistem penyewaan pesawat dimana pemilik pesawat akan sekaligus menyertakan kru pesawat dalam perjanjian sewa.

Pesawat superjumbo rencananya akan ditawarkan ke organisasi-organisasi perjalanan haji dan umrah. Ibadah haji hanya digelar setahun sekali, sedangkan umrah bisa diselenggarakan setiap waktu. Proposal dan pembicaraan sudah dilakukan sejak 10 pekan lalu. Diharapkan kerjasama penyewaan pesawat bisa tercapai pada akhir tahun ini.

Telegraph memberitakan, untuk menarik minat penyewa dari penjuru dunia, Malaysia Airlines sedang menghubungi perusahaan Airbus agar memodifikasi A380 mereka dengan menambah kursi penumpang menjadi 700 buah, dilengkapi kamar mandi dan tempat salat. Seluruh kursi di kelas ekonomi.

Banyak maskapai penerbangan gagal mengisi penuh pesawat superjumbo bermesin empat tersebut dalam rute-rute konvensional, di tengah krisis ekonomi global. Maskapai lebih menyenangi mengoperasikan pesawat lebih kecil dengan dua mesin, karena lebih murah dan kursi lebih gampang terisi penuh.

Airbus juga kesulitan mencari pembeli baru untuk pesawat superjumbo A380, apalagi dengan harga mencapai Rp5,6 triliun per unit.

Singapore Airlines dikabarkan tidak memperpanjang untuk menyewa Airbus A380 yang akan berakhir 2017, sementara Air France dan Qantas batal memesan pesawat baru A380. Sedangkan, maskapai Emirates masih senang menggunakan pesawat superjumbo, sebagaimana diberitakan Reuters .
(Telegraph/Reuters/Wall Street Journal)
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.