Tsar Rusia pertama, Ivan Vasilyevich yan berjuluk Ivan the Terrible. (Foto: Creative Commons)

KBR - Kota Orel atau Oryol di Rusia ngotot meresmikan pembukaan monumen atau patung Ivan IV Vasilyevich, sang Tsar pertama Rusia.

Patung itu menggambarkan Ivan IV menunggang kuda, tangan kanan mengangkat salib Ortodoks dan tangan kiri menghunus pedang.

Meski diwarnai protes dan kontroversi, Gubernur Orel, Vadim Potomsky mengatakan pendirian patung Ivan itu sebagai wujud penghormatan kepada sosok presiden Rusia yang hebat dan berkuasa.

"Kita punya presiden yang hebat dan begitu berkuasa, yang bisa memaksa seluruh dunia menghormati dan mengakui Rusia---seperti yang dilakukan Ivan pada saatnya dulu," kata Vadim Potomsky, saat meresmikan patung Ivan, pada Jumat (14/10/2016).

Rencana pendirian patung Tsar Ivan itu sebelumnya hendak dilakukan pada Juni lalu, namun ditunda karena banyak penentang. Jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga menentang pembangunan monumen Tsar Ivan.

Ivan IV adalah penguasa Moskow di abad 16, yang kemudian menjadi Tsar Rusia pertama selama 37 tahun. Ia dianggap sosok penguasa yang menyukai seni, politikus ulung, pembangun pondasi ekonomi Rusia, dan diakui sebagai penyatu kerajaan Rusia yang terpecah.

Namun, ia juga dikenal dengan julukan Ivan Grozny, Ivan the Terrible, Ivan yang Hebat namun Menakutkan. Julukan itu merujuk pada sosoknya yang mengerikan dan kejam. Saking kejamnya ia dikabarkan tega membunuh anaknya sediri. Istilah Grozny diambil dari kota Grozny di dekat Sungai Shunza di Rusia.

Ivan Grozny juga dianggap bertanggung jawab atas Pembantaian Novgorod, yang menewaskan ribuan orang. Kekejaman Ivan itu merupakan buah dari kebijakan oprichnina, pasukan khusus rahasia penebar teror yang melakukan represi, eksekusi publik dan pengambilalihan tanah dari para bangsawan Rusia.

Meski begitu, sosok Ivan Grozny masih menimbulkan kekaguman bagi banyak orang Rusia hingga saat ini. Patung itu bahkan didirikan atas dorongan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya bukan sejarawan, tapi saya percaya dia adalah raja Rusia yang hebat, pemilik tanah Rusia, menjaga keyakinan Ortodoks untuk kita dan tidak membiarkan siapapun mengganggu wilayah kita," kata Gubernur Orel, Vadim Potomsky.

Pendirian patung Ivan IV itu juga mendapat dukungan dari Menteri Kebudayaan Rusia Vladimir Medinsky. Ia menilai Tsar Rusia pertama itu sudah diperlakukan tidak adil oleh sejarah.

"Dia tetap seorang reformis, penakluk dan pendiri negara Rusia," kata Vladimir Medinsky. "Seharusnya ia tidak disamakan dengan Bunda Theresa atau Mahatma Gandhi, melainkan penguasa lain saat itu. Seperti di Prancis, di Inggris, di Eropa lain. Charles IX (Prancis) membunuh 3000 orang Huguenots (penganut Protestan di Prancis) dalam beberapa hari saja," kata Medinsky.

Sebelum pendirian patung Ivan Grozny, Rusia juga sudah mendirikan patung para pemimpin Rusia seperti Vladimir Lenin, Josep Stalin hingga pendiri polisi rahasia Sovyet, Felix Dzerzhinsky.

Namun pendirian patung Ivan Grozny paling banyak ditentang.

"Siapa yang mengagumi Ivan? Stalin (tentu saja)," kata seorang aktivis. "Tiran tentu menyukai sesama tiran."

Sebelumnya, pada pekan lalu Pengadilan Kota Orel sempat mengeluarkan putusan untuk melarang pendirian patung Tsar Ivan. Putusan itu mengabulkan gugatan warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. (TASS/RBTH/Wasington Post/Telegraph/Guardian) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!