Protes Asap, Supermarket Singapura Tarik Produk PT APP dari Pasar

Tiga jaringan supermarket di Singapura menurunkan semua produk dari perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) dari rak toko. Produk ini termasuk tisu Paseo.

Kamis, 08 Okt 2015 12:01 WIB

Ilustrasi. Kabut asap kiriman dari Indonesia sampai ke Singapura. (Foto: Skylan/Kao/Creative Commons)

KBR, Singapura - Tiga jaringan supermarket di Singapura menurunkan semua produk dari perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) dari rak toko. Produk ini termasuk tisu Paseo.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perusahaan yang diduga terlibat pembakaran hutan di Sumatera tersebut.

Sementara itu kelompok Dairy Farm yang mengoperasikan jaringan toko ritel Giant dan swalayan 7-Eleven tidak menstok ulang produk-produk APP.

Mereka hanya akan menjual barang yang sudah ada di toko sampai habis.

Aksi ini dimulai setelah salah satu jaringan mengumumkan kebijakan ini pada Rabu kemarin dan diikuti jaringan-jaringan lain.

Aksi tersebut dipicu penetapan Konsil Lingkungan Singapura (SEC) yang sementara mencabut label ramah lingkungan dari produk-produk APP.

Akhir bulan lalu, SEC juga mendorong 17 perusahaan untuk sepakat tidak menjual produk dari perusahaan yang diduga terlibat pembakaran hutan Sumatera.

Badan Lingkungan Nasional Singapura telah menyiapkan gugatan hukum terhadap APP dan 4 perusahaan Indonesia lain yang diduga terlibat pembakaran.

Kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan telah memperburuk kualitas udara di Indonesia, Malaysia, Singapura dalam beberapa pekan terakhir, dan baru-baru ini masuk ke Filipina juga Thailand. (Straits Times/Reuters)

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Yusril Fokus Gugat Presidential Threshold ke MK

  • Presiden Minta OJK Berkontribusi Pada Kelancaran Pembangunan
  • Kadis Perpustakaan: Minat dan Budaya Baca di Aceh Rendah
  • Maitimo: Persija Cuma Menang Beruntung

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.