Jelang Pemilu, Mark Zuckerberg: Musuh-Musuh Kita Canggih dan Didanai dengan Baik

Postingan Zuckerberg yang terbaru merupakan bagian dari serangkaian langkah untuk memperbaiki kesalahannya pada 2016, termasuk pembajakan data pribadi jutaan pengguna Facebook.

Jumat, 14 Sep 2018 22:11 WIB

Ilustrasi: CEO Facebook Mark Zuckerberg (Foto AFP / GERARD JULIEN)

KBR - Mark Zuckerberg menyatakan Facebook kian matang menyiapkan diri untuk bertahan dari manipulasi pelbagai platform yang, mengambil 'untung' dari layanan jejaring sosial tersebut. Sebut saja misal, upaya untuk memengaruhi pengguna dalam sebuah pemilihan umum atau intervensi pihak asing yang menargetkan pemilu di beberapa negara.

CEO dan pendiri Facebook itu mengunggah pernyataan itu melalui laman pribadinya. Zuckerberg menguraikan pelbagai langkah yang telah diambil Facebook untuk melindungi pengguna dari misinformasi dan manipulasi info lain untuk mengganggu Pemilu di sejumlah negara.

"Kami telah mengidentifikasi dan menghapus akun palsu menjelang pemilihan di Prancis, Jerman, Alabama, Meksiko dan Brasil," tulis Zuckerberg melalui akun Facebooknya.

"Kami telah menemukan dan menurunkan kampanye pengaruh asing dari Rusia dan Iran yang berusaha mengganggu AS, Inggris, Timur Tengah, dan di tempat lain, serta kelompok-kelompok di Meksiko dan Brasil yang telah aktif di negara mereka sendiri," jelasnya lagi.

Zuckerberg mengulangi pengakuannya bahwa Facebook sebelumnya tidak siap menangkis informasi menyesatkan yang berpengaruh besar pada Pemilu AS 2016. "Hari ini Facebook lebih siap untuk serangan semacam itu," imbuhnya.

Tetapi ia juga mewanti bahwa tugas itu tergolong sulit. "Kita menghadapi musuh-musuh yang canggih dan didanai dengan baik. Mereka tidak akan menyerah, dan mereka akan terus berevolusi."

Zuckerberg bersama Facebook menyatakan jejaring sosial saat ini konstan berhadapan dengan kelompok pembuat akun palsu. Mereka menggunakan akun-akun itu untuk menyebarkan informasi bohong. "Dengan kemajuan dalam pembelajaran, kami sekarang telah membangun sistem untuk memblokir jutaan akun palsu setiap hari," terangnya.

"Secara total, kami menghapus lebih dari satu miliar akun palsu. Sebagian besar dalam hitungan menit dibuat dalam enam bulan antara Oktober dan Maret," tambah Mark Zuckerberg.

Unggahan Zuckerberg yang terbaru itu adalah bagian dari langkah untuk memperbaiki kesahalannya 2016 lalu. Termasuk, soal pembajakan data pribadi jutaan pengguna Facebook oleh konsultan politik yang disewa Donald Trump.

Secara terpisah, Facebook mengumumkan tengah memperluas pemeriksaan fakta untuk foto dan video ke 27 mitra di 17 negara di seluruh dunia. Cakupan itu naik dari 14 negara pada awal 2018. "Serupa dengan pekerjaan, kami telah membangun model pembelajaran yang menggunakan berbagai sinyal. Termasuk feedback dari orang-orang di Facebook, untuk mengidentifikasi konten yang berpotensi salah," kata Manajer Produksi, Antonia Woodford.

"Kami kemudian mengirim foto-foto dan video itu ke pengecekan fakta untuk pembahasan mereka, atau pemeriksa fakta dapat memunculkan konten mereka sendiri."



Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.